Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BMKG: Asap Karhutla di Wilayah Selatan Berpotensi Selimuti Kota Sampit

M. Akbar • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:40 WIB
Ilustrasi Kabut Asap (AI)
Ilustrasi Kabut Asap (AI)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Haji Asan Sampit memperingatkan potensi kabut asap di Kota Sampit akan meningkat apabila kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meluas.

Kondisi tersebut dipengaruhi arah angin yang saat ini dominan bertiup dari selatan hingga tenggara menuju wilayah utara.

Kepala Stasiun BMKG Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengatakan arah angin saat ini berpotensi membawa asap dari lokasi karhutla di wilayah selatan menuju Kota Sampit.

“Kalau kebakaran hutan dan lahan banyak terjadi di daerah selatan, kemungkinan besar asapnya akan terbawa ke Kota Sampit. Itu yang perlu diwaspadai karena dampaknya bisa dirasakan masyarakat di kota,” ujarnya, Jumat (17/7).

Meski demikian, berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi atmosfer di sekitar Stasiun BMKG Haji Asan Sampit masih relatif bersih dan jarak pandang masih normal.

“Untuk pemantauan di sekitar sini, cuacanya masih bersih, jarak pandang masih baik,” ucapnya.

Namun, Mulyono mengakui pada malam hari mulai terindikasi penurunan jarak pandang yang diduga dipengaruhi melemahnya kecepatan angin sehingga asap cenderung bertahan di suatu wilayah.

“Kalau malam anginnya lebih tenang, sehingga asap tidak banyak bergerak dan cenderung menetap. Karena itu, kabut asap biasanya lebih terasa pada malam hingga pagi hari,” jelasnya.

Menurutnya, saat siang hari kecepatan angin umumnya meningkat sehingga asap lebih mudah terbawa ke wilayah lain.

Sebaliknya, ketika memasuki sore hingga malam, angin cenderung melemah sehingga pergerakan asap ikut melambat dan terkonsentrasi di suatu lokasi.

“Kalau siang anginnya lebih kencang sehingga asap bisa berpindah. Ketika malam angin lebih tenang, asap akan tertahan sehingga lebih mudah terakumulasi,” ungkapnya.

Selain mengingatkan potensi kabut asap, BMKG juga memprediksi musim kemarau di Kotim masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September, bergeser dari prakiraan sebelumnya yang diprediksi berlangsung pada Agustus.

“Puncak musim kemarau bergeser ke September karena terjadi perubahan awal musim kemarau. Kondisi kemarau diperkirakan berlangsung sejak Juni hingga akhir Oktober,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Karhutla Kabut Asap Sampit sampit