SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan pembaruan rekapitulasi hotspot yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit dan diakses pada Jumat (17/7/2026) pukul 16.00 WIB, terdeteksi sebanyak delapan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Data tersebut menunjukkan seluruh hotspot memiliki tingkat kepercayaan 8 dan terpantau oleh satelit NOAA-20 dengan radius kemungkinan 1.125 meter.
Kecamatan Baamang menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni empat hotspot. Seluruhnya terdeteksi berada di wilayah Kelurahan Baamang Hulu.
Sementara itu, Kota Besi mencatat dua hotspot yang seluruhnya berada di Desa Hanjalipan. Adapun masing-masing satu hotspot lainnya terpantau di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, serta Desa Parebok, Kecamatan Teluk Sampit.
Dari waktu pemantauan, hotspot terdeteksi pada dua periode, yakni pukul 01.44 WIB dan 12.36 WIB, sehingga menunjukkan aktivitas titik panas masih muncul sejak dini hari hingga siang.
Meski jumlah hotspot menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 12 titik, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian mengingat Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini tengah memasuki musim kemarau.
Sebelumnya, BMKG memprakirakan puncak musim kemarau di Kotim bergeser menjadi September 2026. Musim kemarau tahun ini juga diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering sehingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun maupun membersihkan area. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.
Berdasarkan sebaran terbaru, rincian delapan hotspot di Kotim adalah sebagai berikut: Baamang sebanyak 4 hotspot yakni di Kelurahan Baamang Hulu). Kota Besi sebanyak 2 hotspot di Desa Hanjalipan). Antang Kalang sebanyak 1 hotspot di Desa Sungai Hanya. Dan, Teluk Sampit: 1 hotspot di Desa Parebok.
Dengan kondisi cuaca yang semakin kering, pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait terus meningkatkan pemantauan serta kesiapsiagaan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Kotawaringin Timur. (oes/sla)
Editor : Slamet Harmoko