Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hotspot Kotim Bertambah Jadi 12 Titik, Baamang Paling Dominan dalam 24 Jam Terakhir

Usay Nor Rahmad • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB
Kebakaran lahan di wilayah Baamang Hulu, Kecamatan Baamang,  belum lama ini. (Disdamkarmat Kotim)
Kebakaran lahan di wilayah Baamang Hulu, Kecamatan Baamang,  belum lama ini. (Disdamkarmat Kotim)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih tinggi. Berdasarkan pembaruan rekapitulasi hotspot yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit dan diakses pada Kamis (16/7/2026) pukul 16.00 WIB, terdeteksi sebanyak 12 titik panas (hotspot) dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Baamang menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni enam titik yang seluruhnya berada di Kelurahan Baamang Hulu. Seluruh titik panas itu terpantau oleh satelit NOAA20 dengan tingkat kepercayaan level 8.

Selain Baamang, Kecamatan Antang Kalang mencatat tiga hotspot yang tersebar di Desa Tumbang Manya, Tumbang Kalang, dan Sungai Hanya.

Sementara itu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang terdeteksi memiliki dua hotspot yang seluruhnya berada di Desa Eka Bahurui.

Seluruh hotspot yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan level 8 dengan radius kemungkinan mencapai 1.125 meter, sehingga perlu menjadi perhatian sebagai indikator awal potensi terjadinya kebakaran lahan.

Data BMKG menunjukkan hotspot terdeteksi pada dua waktu pengamatan, yakni pukul 00.18 WIB dan 12.56 WIB, menggunakan satelit NOAA20.

Munculnya enam hotspot di Kelurahan Baamang Hulu menjadi perhatian karena kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir juga dilaporkan mengalami sejumlah kejadian kebakaran lahan yang memerlukan penanganan intensif oleh tim gabungan.

Sementara itu, Desa Eka Bahurui di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang juga kembali masuk dalam daftar wilayah yang terpantau memiliki titik panas.

Wilayah tersebut sebelumnya beberapa kali menjadi lokasi penanganan karhutla oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim.

BMKG mengingatkan bahwa hotspot bukan berarti telah dipastikan terjadi kebakaran. Namun, titik panas merupakan indikasi adanya sumber panas di permukaan bumi yang berpotensi berkaitan dengan aktivitas kebakaran sehingga memerlukan verifikasi langsung di lapangan.

Dengan masih ditemukannya sejumlah hotspot di tiga kecamatan, masyarakat diimbau tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat asap atau titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait juga diharapkan terus meningkatkan patroli terpadu di wilayah yang berulang kali terdeteksi memiliki hotspot guna mencegah kebakaran meluas di tengah musim kemarau.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
Hotspot Kotim karhutla kotim BMKG baamang