Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Lima Titik Karhutla Terjadi di Kotim, Empat Desa Ajukan Bantuan Air Bersih

Usay Nor Rahmad • Rabu, 15 Juli 2026 | 09:45 WIB
Penyaluran air bersih ke wilayah selatan Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. (TRC BPBD Kotim)
Penyaluran air bersih ke wilayah selatan Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. (TRC BPBD Kotim)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat.

Selain berjibaku memadamkan sejumlah titik api, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim juga mulai menerima permohonan distribusi air bersih dari beberapa desa yang terdampak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengungkapkan, pada Selasa (14/7/2026) pihaknya menangani sedikitnya lima titik kebakaran yang muncul di lokasi-lokasi baru.

"Ada lima titik yang terbakar di daerah baru. Semuanya dapat kami padamkan, kecuali yang berada di wilayah Ramban dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Untuk dua lokasi itu, kami belum bisa memberikan informasi perkembangan terbaru karena penanganan masih berlangsung," kata Multazam, Rabu (15/7/2026).

Di tengah upaya pemadaman, BPBD juga mulai menerima permintaan bantuan air bersih dari sejumlah desa yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat musim kemarau.

Menurut Multazam, hingga saat ini terdapat empat desa yang mengajukan bantuan distribusi air bersih, yakni Desa Regei Lestari, Desa Jaya Karet, Desa Lampuyang, serta Desa Kuin Permai yang masih dalam proses pengajuan.

"Kami sudah menerima permohonan dari Desa Regei Lestari, Desa Jaya Karet, dan Desa Lampuyang. Sementara Desa Kuin Permai masih dalam proses. Jadi total ada empat desa yang membutuhkan bantuan air bersih," ujarnya.

BPBD Kotim kini berkoordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya agar pendistribusian air bersih dapat segera dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Saat ini kami koordinasikan dengan Perumdam, mudah-mudahan segera bisa mendapat perhatian sehingga distribusi air bersih dapat dilaksanakan secepatnya," jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD memperkirakan setiap desa memerlukan pasokan air bersih antara 15.000 hingga 20.000 liter dalam satu kali distribusi.

Meningkatnya jumlah titik kebakaran yang disertai mulai munculnya kebutuhan air bersih menunjukkan dampak musim kemarau di Kotim semakin meluas.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi karhutla, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
krisis air bersih karhutla