Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kades Tumbang Kalemei Minta Publik Tak Memberi Stigma Negatif kepada Wilayahnya

Dodi Abdul Qadir • Senin, 13 Juli 2026 | 21:47 WIB
Petugas aparat penegak hukum saat meninjau TKP, penggerebekan yang memicu terbunuhnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan, belum lama tadi. (istimewa)
Petugas aparat penegak hukum saat meninjau TKP, penggerebekan yang memicu terbunuhnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan, belum lama tadi. (istimewa)

KATINGAN,radarsampit.jawapos.com-Penyidikan tragedi berdarah yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penindakan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, terus bergulir. Setelah menetapkan 9 tersangka, penyidik masih memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat peristiwa itu.

Di tengah penyidikan berjalan, Pemerintah Desa Tumbang Kalemei menyampaikan klarifikasi, sekaligus meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada seluruh warga desa itu.

Kepala Desa Tumbang Kalemei Herihandy menegaskan, tindakan penyerangan yang menewaskan tiga anggota kepolisian dilakukan oleh oknum tertentu, dan tidak mewakili masyarakat desa secara keseluruhan.

"Pemerintah Desa Tumbang Kalemei menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan tugas. Dedikasi dan perjuangan almarhum dalam memberantas narkoba akan selalu kami hormati," ujarnya,Senin (13/7).

Ia menegaskan, pemerintah desa setempat juga menyatakan mendukung penuh langkah Polri mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak seluruh pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Polisi masih Kejar Tiga Buronan dari Tragedi di Desa Tumbang Kalemei. Sudah 9 Orang Jadi Tersangka

Selain itu, dirinya meminta publik tidak menggeneralisasi seluruh masyarakat Tumbang Kalemei atas tindakan yang dilakukan oleh segelintir oknum.

"Kami menegaskan bahwa tindakan keji tersebut murni dilakukan oleh oknum-oknum tertentu dan bukan mencerminkan seluruh masyarakat Desa Tumbang Kalemei," ungkap Herihandy.

Dirinya juga mengajak masyarakat mempercayakan seluruh proses hukum kepada kepolisian serta bersama-sama menjaga situasi desa tetap aman, kondusif, dan damai.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, penyidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain beserta perannya masing-masing.

" Penyidikan masih terus berjalan dan akan kami usut hingga tuntas," tegasnya.

Polisi, lanjut Dodik, memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas agar seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum.

Terpisah, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Martin Daniel Tumbelaka mendesak kepolisian segera menangkap seluruh pelaku penyerangan yang menyebabkan tiga anggota kepolisian gugur saat operasi pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan.

Martin menilai, perlawanan terhadap aparat penegak hukum tidak dapat ditoleransi."Ini adalah tindakan yang sangat biadab. Saya meminta pihak kepolisian untuk segera memburu dan menangkap seluruh pelaku penyerangan tanpa terkecuali. Setelah ditangkap, pastikan mereka diberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera. Tidak boleh ada kompromi bagi pembunuh aparat negara," ujarnya kepada wartawan.

Politikus Gerindra itu juga meminta penyidik tidak berhenti pada pelaku yang melakukan penyerangan secara langsung, tetapi mengusut seluruh jaringan yang diduga terlibat.

"Usut tuntas semuanya. Cari tahu siapa yang memprovokasi warga, siapa yang menyembunyikan, hingga dari mana para pelaku ini mendapatkan senjata api rakitan. Ekosistem kejahatan di desa tersebut harus dibongkar total,"pungkasnya.(daq/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#Tragedi Berdarah #Desa Tumbang Kalemei #anggota kepolisian #klarifikasi #penyidikan