Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dua Kali Sehari, Karhutla Kembali Kepung Permukiman di Sampit

Usay Nor Rahmad • Senin, 13 Juli 2026 | 09:29 WIB
Kebakaran lahan berada dekat dengan permukiman warga di Jalan MT Haryono Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu malam (13/7/2026). (Disdamkarmat Kotim/Radar Sampit) 
Kebakaran lahan berada dekat dengan permukiman warga di Jalan MT Haryono Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu malam (13/7/2026). (Disdamkarmat Kotim/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali meningkat. Dalam sehari, Minggu (12/7), dua kebakaran lahan terjadi di kawasan Kota Sampit.

Kobaran api bahkan sempat mengepung permukiman warga di dua lokasi berbeda sehingga memaksa petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim bergerak cepat melakukan pemadaman.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah warga dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 13.25 WIB di halaman belakang rumah warga di Jalan Desmon Ali Nomor 17, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Laporan diterima dari seorang warga bernama Sasa yang melihat semak belukar di belakang rumahnya terbakar.

Tak lama setelah menerima laporan, personel Peleton II Disdamkarmat Kotim langsung menuju lokasi. Saat tiba, api telah membakar lahan semak seluas sekitar 6 x 8 meter dan posisinya cukup dekat dengan permukiman warga.

Petugas segera melakukan penyemprotan hingga kobaran api berhasil dipadamkan sekitar 10 menit kemudian. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kelalaian akibat aktivitas pembakaran sampah.

"Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Prioritas kami memutus penyebaran api agar tidak merembet ke rumah warga," ujar Kepala Peleton II Disdamkarmat Kotim, Muhammad Febbry.

Belum genap lima jam berselang, sekitar pukul 18.25 WIB, petugas kembali menerima laporan kebakaran lahan di Jalan MT Haryono Barat, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Di lokasi kedua, api muncul di dua titik sekaligus. Titik pertama hanya berjarak sekitar tiga meter dari rumah warga, sedangkan titik lainnya berada di dekat tiang listrik dengan jarak sekitar 10 meter.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja cepat untuk mencegah api meluas ke permukiman maupun jaringan kelistrikan.

Pemadaman berlangsung sekitar 38 menit hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 x 50 meter. Berdasarkan hasil penanganan awal, dugaan penyebab kebakaran mengarah pada unsur kesengajaan atau arson.

Muhammad Febbry mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca mulai kering dan risiko karhutla meningkat.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan. Jika menemukan titik api sekecil apa pun, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum meluas dan mengancam keselamatan warga," tegasnya.

Dalam penanganan dua kejadian tersebut, Disdamkarmat Kotim mengerahkan personel beserta armada pemadam. Pada kebakaran di Baamang, petugas mendapat bantuan Relawan Kebakaran Swadaya Baamang.

Sementara itu, pemadaman di Jalan MT Haryono Barat turut dibantu personel Babinsa Koramil Ketapang.

Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam dua kejadian tersebut. Namun, munculnya dua kebakaran lahan dalam satu hari menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla di Kotim masih tinggi.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #kalteng #karhutla