PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hebat kembali terjadi di Palangka Raya. Peristiwa ini membuat suasana Minggu (12/7) siang di kawasan padat penduduk di Jalan Dr Murjani, Gang Sari 45, belakang Hotel Rahman, Kota Palangka Raya, mencekam. Kobaran api yang cepat membesar menghanguskan puluhan bangunan di kawasan itu.
Akibat kebakaran itu, 128 jiwa kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namuan ditaksir kerugian mencapai miliaran rupiah. Kebakaran itu kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Sementara ini, para pengungsi ditampung di sebuah bangunan pondok pesantren yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Sauki, salah satu warga yang menyaksikan sejak awal kejadian mengungkapkan, api pertama kali terlihat dari bagian atas dapur salah satu rumah milik warga inisial Ab. Saat warga berupaya memadamkan api, kobaran sudah terlalu besar sehingga sulit dikendalikan. Ditambah lagi dengan kondisi udara yang kering dan tiupan angin.
Sebelum api berkobar, ia mengaku sempat mendengar suara ledakan yang memicu kepanikan. Tak lama kemudian, terlihat api membesar dan merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya.
"Api berasal dari bagian atas dapur. Diduga karena korsleting listrik. Api cepat sekali membesar karena banyak rumah berbahan kayu dan angin sedang kencang. Ada juga beberapa warga yang mengalami luka ringan," ujarnya.
Ketua Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kamboja, Sucipto, membenarkan lokasi kebakaran berada di belakang Hotel Rahman, Jalan Dr. Murjani Gang Sari 45. Puluhan unit pemadam dari berbagai organisasi dikerahkan.
Pemadaman melibatkan BPK bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, unsur TNI, Polri, PLN, Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), dan Tim Karhutla Provinsi Kalteng.
Baca Juga: Siang Mencekam di Katingan, Kebakaran Besar Ludeskan Rumah dan Toko Warga Samba Katung
Diungkapkan Sucipto, proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya akses jalan yang sempit, padatnya warga yang melakukan evakuasi, serta minimnya sumber air karena musim kemarau, menyebabkan air di kolong rumah panggung mengering.
"Informasi awal kami terima melalui grup WhatsApp pukul 13.10 WIB. Tim langsung bergerak. Api berhasil dicegah agar tidak meluas. Saat ini petugas melakukan pendinginan atau overhaul," terangnya.
Dalam proses pemadaman api, satu warga dilaporkan sempat pingsan akibat syok dan seorang anggota BPK mengalami luka ringan saat bertugas. Keduanya pun telah mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Garis polisi telah dipasang di lokasi dan pendataan terhadap bangunan maupun korban masih terus dilakukan.
"Masih kami himpun. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan lokasi sudah dipasang garis polisi," tegasnya.
Camat Pahandut Said Zain Bachsin juga mengatakan, pemerintah bersama Dinas Sosial, BPBD, kelurahan, dan ketua RT telah melakukan pendataan terhadap para korban. Pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan, tenda pengungsian, serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
"Tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Kami sudah menurunkan tim kesehatan, berkoordinasi dengan BPBD untuk tenda pengungsian, sementara Dinas Sosial menyiapkan dapur umum. Kami turut berduka atas musibah ini dan akan melakukan langkah-langkah konkret agar penanganan korban berjalan maksimal," paparnya.
Terdata sementara, kebakaran itu menganguskan 23 bangunan rumah, satu barak dan satu bangunan sekolah. Tidak banyak barang korban kebakaran berhasil diselamatkan. Petugas pun masih melakukan pendataan terkait jumlah pasti bangunan yang terbakar maupun penyebab kebakaran.
Kebakaran besar sebelumnya juga pernah terjadi di Palangka Raya pada Selasa 10 Maret 2026 lalu, di Gang Suka Maju, Jalan Dr Murjani, sekitar pukul 18.17 WIB.
Akibatnya, sekitar 25 rumah warga dan sembilan barak dengan puluhan pintu kamar hangus terbakar, dan tercatat sebanyak 36 KK dengan total sekitar 127 jiwa mengungsi.Kerugian akibat kebakaran besar ini ditaksir mencapai lebih dari Rp2 Miliar.
Lokasi kebakaran itu juga tidak jauh dari lokasi peristiwa pada Minggu (12/7/2026) kemarin.
Sebelum itu, kebakaran hebat juga terjadi pada 21 Februari 2026, dan melanda kawasan padat penduduk di Jalan Mendawai Induk Gang Rawa, Komplek Sosial, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya.
Kejadian ini tercatat menghanguskan 11 rumah warga di wilayah RT 05 dan RT 01 RW 07. Bangunan terbakar mulai dari rumah tinggal hingga barak, Kerugian ditaksir lebih dari setengah miliar rupiah.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama