PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Perburuan para pelaku tragedi berdarah yang menewaskan tiga anggota Polres Katingan saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, terus berlangsung.
Setelah menetapkan 5 orang tersangka, aparat kepolisian kembali meringkus 3 orang lainnya yang sempat dinyatakan buron, pada Kamis (9/7).
Mereka diringkus Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, dalam pelarian ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Rekaman video tertangkapnya tiga orang yang ditengarai paling dicari itu pun beredar di media sosial. Ketiganya dibawa dalam keadaan kedua kaki dibalut perban, lantaran bersarang timah panas dari senjata aparat. Ketiganya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
Operasi penangkapan dipimpin Kepala Subdirektorat IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Handik Zusen, bersama Satgas NIC yang dipimpin Kombes Pol Kelly L. "Malam ini (Kamis (9/7) kami dari Dittipidnarkoba melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan polisi di Katingan, Kalimantan Tengah," ujar Handik.
Dalam penangkapan itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah mandau, senjata api jenis pistol, handy talky (HT), telepon genggam, tas, serta sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengatakan ketiga terduga pelaku sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
"Saat ditangkap ketiganya melawan menggunakan mandau sehingga kami berikan tindakan tegas dan terukur," ujar Eko dalam keterangannya, Jumat (10/7).
Diungkapkan Eko, tiga orang yang ditangkap masing-masing adalah Bio yang disebut sebagai bandar narkoba, serta Ramblan alias Busu dan Perie diduga merupakan bagian dari jaringan tersebut.
Satgas Narcotic Investigation Center Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Kelly L mengungkapkan, ketiganya ditangkap di lokasi persembunyian di Samarinda setelah menjadi target pengejaran aparat. Dalam operasi tersebut, penyidik turut menyita sebilah mandau yang diduga dibawa atau digunakan para terduga pelaku ketika melakukan perlawanan saat proses penangkapan.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, salah seorang tersangka Bio diduga merupakan bandar narkoba yang menjadi target operasi kepolisian. Sementara dua tersangka lainnya diduga terlibat langsung dalam aksi penyerangan yang mengakibatkan gugurnya tiga anggota polisi.
"Ada salah satu yang merupakan bandar, kemudian dua orang lainnya ikut terlibat dalam pembunuhan. Yang bandar adalah tersangka Bio," katanya.
Kelly menegaskan, penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka. Termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang membantu aksi penyerangan tersebut.
Di sisi lain, Irwasda Polda Kalteng Brigjen Pol Benny Ganda Sudjana mengatakan, sesuai petunjuk Kapolda Kalteng, penanganan laporan polisi terkait kasus tersebut ditarik ke Polda Kalteng agar proses penyidikan berjalan lebih terintegrasi.
Benny juga menegaskan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi institusi kepolisian, khususnya dalam pelaksanaan operasi berisiko tinggi. Seluruh personel diminta meningkatkan analisis tingkat kerawanan wilayah, mengoptimalkan kekuatan personel, serta memastikan setiap tindakan penegakan hukum dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku.
"Setiap tindakan harus sesuai SOP, didukung administrasi yang lengkap, serta menjadi bentuk pertanggungjawaban dalam setiap pelaksanaan tugas," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono juga membenarkan Penangkapan tiga buronan tersebut. Ia menyebut hingga kini total delapan orang telah diamankan di sejumlah lokasi di Kalteng maupun di Kaltim.
Baca Juga: Tragedi Berdarah di Desa Tumbang Kalemei. ‘Ada Yang Mengejar dan Menembaki Polisi’
"Ada delapan yang sudah ditangkap. Itu terus dikembangkan,"singkatnya.
Ditambahkannya, penyidik juga masih memeriksa sejumlah saksi serta mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam tragedi tersebut.
"Ketiga terduga pelaku telah berada di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Bareskrim Polri. Kami memastikan penyidik masih mendalami keterlibatan masing-masing pelaku serta mengembangkan penyidikan guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang terjadi," pungkas Dodik.
Terpisah, Ketua Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palangka Raya, Arpnadi, mewakili Cipayung Plus Kalteng, meminta aparat mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa ini secara profesional dan transparan.
Dirinya juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga anggota Polri yang menjadi korban dalam operasi pemberantasan narkotika tersebut.
"Tragedi ini merupakan luka bagi bangsa dan menjadi alarm serius bahwa kejahatan narkotika telah berkembang menjadi ancaman, tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga mengancam keselamatan aparat penegak hukum maupun masyarakat sipil," ujarnya.
Menurut Arpnadi, seluruh pihak perlu mengawal proses penanganan perkara agar berlangsung objektif, profesional, dan bebas intervensi. Ia juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap upaya pemberantasan jaringan narkotika di Kalteng, sehingga tidak ada lagi ruang bagi sindikat narkoba berkembang di daerah itu.”Itu pernytaan sikap kami,”tandasnya.
Sementara itu, Polres Katingan menggelar doa bersama lintas agama, Jumat (10/7), sebagai bentuk penghormatan kepada ketiga personel yang gugur.
Doa bersama dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yakni di Masjid Al Hafizh bagi personel beragama Islam, Aula Vicon bagi personel Nasrani, serta Ruang Command Center bagi personel beragama Hindu.
Kegiatan itu juga menjadi penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan ketiga anggota kepolisian yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama