Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BMKG Catat 34 Titik Panas di Kotim, Kota Besi Jadi Wilayah Terbanyak

Usay Nor Rahmad • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:38 WIB
Helikopter pembom air memadamkan kebakaran di wilayah Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rabu (8/7/2026). (BPBD Kotim) 
Helikopter pembom air memadamkan kebakaran di wilayah Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rabu (8/7/2026). (BPBD Kotim) 

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur mencatat sebanyak 34 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam 24 jam terakhir. Mayoritas titik panas terdeteksi berada di Kecamatan Kota Besi.

Berdasarkan pembaruan rekapitulasi titik panas yang dianalisis pada Kamis (9/7/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 32 titik panas berada di Kecamatan Kota Besi. Rinciannya, 21 titik di Desa Soren dan 11 titik di Desa Camba.

Selain itu, BMKG juga mendeteksi masing-masing satu titik panas di Desa Tangka Robah, Kecamatan Mentaya Hulu, serta Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga. Seluruh titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan tinggi atau level 8.

Seiring meningkatnya jumlah titik panas, BMKG juga merilis analisis potensi kemudahan terjadinya kebakaran di Kalimantan Tengah. Untuk periode 9 hingga 10 Juli 2026, hampir seluruh wilayah provinsi, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur, berada pada kategori sangat mudah terbakar.

Kondisi tersebut menunjukkan vegetasi dan lahan dalam keadaan kering sehingga berisiko tinggi memicu maupun mempercepat penyebaran kebakaran hutan dan lahan apabila terdapat sumber api.

Di sisi lain, peluang terbentuknya awan hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur dalam periode yang sama dinilai sangat rendah. Berdasarkan prakiraan BMKG yang berlaku mulai Kamis (9/7/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (10/7/2026) pukul 07.00 WIB, wilayah Kotawaringin Timur secara umum tidak berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan.

Kondisi tersebut diperkirakan dapat memperberat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta kawasan Desa Soren dan Desa Camba di Kecamatan Kota Besi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api, mengingat cuaca yang kering berpotensi mempercepat meluasnya kebakaran. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#titik panas #hotspot #BMKG #kotim #kotabesi