Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kompolnas Ungkap Temuan Mengejutkan, 3 Polisi di Katingan Diduga Dihabisi Sebelum Jasadnya Dibuang ke Sungai

Slamet Harmoko • Selasa, 7 Juli 2026 | 12:20 WIB
Kompolnas saat press rilis di Polda Kalteng, Selasa (7/7/2026) (radar sampit)
Kompolnas saat press rilis di Polda Kalteng, Selasa (7/7/2026) (radar sampit)

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Usai  mengunjungi Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap temuan mengejutkan dalam tragedi yang menyebabkan 3 polisi gugur saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Kompolnas menduga bahwa tiga anggota Polres Katingan itu dibunuh sebelum dibuang ke sungai.

Komisioner Kompolnas Supardi Hamid menyampaikan bahwa pihaknya sudah turun langsung ke lokasi kejadian di Desa Tumbang Kalemei.

Dia menyebut, ada 3 tempat kejadian perkara (TKP) yang didatangi oleh Kompolnas. Dari ketiga TKP tersebut, dia menyimpulkan bahwa 3 polisi yang gugur dalam tugas tidak meninggal dunia karena tenggelam di sungai.

”Ada 1 fakta yang menarik bahwa tesis para korban melarikan diri ke sungai dan kemudian mati tenggelam adalah tidak terbukti, justru terbantahkan dari fakta di sini. Dimana kami menemukan ceceran darah yang kemudian ceceran darah itu kemudian berakhir di sungai. Ini menunjukkan bahwa para korban dihabisi, dibunuh, sebelum mereka dibuang ke sungai,” kata dia dikutip dari jawapos.com (grup radar sampit) pada Selasa (7/7).

Menurut Supardi, perbuatan para pelaku masuk dalam kategori intentionally killing. Bandar dan jaringan pengedar narkoba dengan sangat keji menghabisi nyawa aparat kepolisian, kemudian membuang jasad mereka ke sungai. 

Para korban merupakan Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas lainnya Choirul Anam menyampaikan bahwa di TKP 3 pihaknya memang menemukan bercak darah. Tidak jauh dari lokasi tersebut, satu jenazah korban ditemukan. Atas gugurnya para polisi tersebut, dia mendorong agar Polri mengusut tuntas.

”Kami minta supaya gugurnya 3 anggota kepolisian itu diusut tuntas siapa pun pelakunya. Bagi kami tidak hanya soal hilangnya nyawa, tapi juga soal perlawanan pengedar narkoba terhadap penegakan hukumnya,” ujarnya.

Selain itu, Anam menyampaikan bahwa seluruh jajaran kepolisian tidak boleh kendor melawan peredaran gelap narkoba.

Menurut dia, peristiwa tersebut harus menjadi spirit baru untuk mengencangkan pemberantasan narkoba. Dia mendorong Polri untuk menangkap semua pihak terkait, mulai pelaku lapangan sampai gembong narkoba.

”Tidak boleh berhenti di pelaku lapangan, tapi harus naik sampai ke gembongnya, sampai bos narkobanya, rantai jaringan distribusi dan lain sebagainya,” katanya. (*/sla/jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Ipda Sumariyanto #Aiptu Yudhie Perdana Putra #Briptu Nopandra Ramadhana #polisi dibunuh