PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Sebuah rumah milik anggota Polri di Jalan Manyar IX, Jalan Tjilik Riwut Km 7, Kota Palangka Raya, dilalap si jago merah, Senin (6/7/2026) siang.
Beruntung, tidak ada korban jiwa meski saat kebakaran terjadi seorang anak berada sendirian di dalam rumah.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.45 WIB itu menghanguskan sebagian besar bangunan rumah milik Syamsul Huda. Kobaran api diduga pertama kali muncul dari bagian loteng sebelum dengan cepat membesar dan menggegerkan warga sekitar.
Baca Juga: Polisi Sambangi Pasar Besar Palangka Raya, Ajak Pedagang Jaga Kamtibmas
Ketua BPK Kamboja, Sucipto mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 14.02 WIB. Saat kejadian, hanya anak bungsu pemilik rumah yang berada di dalam rumah, sementara kedua orang tuanya bersama anggota keluarga lainnya sedang berada di luar.
Anak yang baru lulus Madrasah Ibtidaiyah tersebut mengaku terkejut setelah mendengar suara benda jatuh dari loteng. Saat diperiksa, api sudah membesar di bagian atas rumah sehingga ia langsung berlari keluar meminta pertolongan kepada warga, termasuk guru mengajinya, Muhajir.
Baca Juga: Wagub Kalteng Pastikan Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD soal APBD 2025
"Awalnya api masih kecil di bagian loteng dekat jalur kabel listrik, tetapi dalam hitungan menit langsung membesar. Anak itu sempat meminta tolong mengambil telepon genggamnya yang tertinggal di dalam rumah, tetapi saya larang karena kondisi sudah sangat berbahaya," ujar Sucipto menirukan keterangan Muhajir.
Muhajir kemudian menghubungi rekannya, Hendri Saputra untuk meneruskan informasi kepada petugas pemadam kebakaran. Warga lainnya juga ikut melaporkan kejadian tersebut sehingga armada pemadam bersama relawan BPK segera menuju lokasi.
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api selama sekitar satu jam. Berkat upaya tersebut, kobaran api berhasil dicegah agar tidak merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.
Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu arus pendek listrik di bagian loteng rumah. Cuaca panas diduga menyebabkan isolasi kabel meleleh hingga menimbulkan percikan api yang kemudian membakar material mudah terbakar di atas plafon.
Baca Juga: Wisatawan Nusantara Tembus 523 Juta Perjalanan, Tiga Provinsi di Jawa Jadi Primadona
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara oleh Tim Inafis Polri.
"Untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Inafis. Dugaan sementara mengarah pada arus pendek listrik," kata Sucipto.
Saksi mata, Aspiani, mengaku pertama kali melihat kobaran api sudah membesar di lantai dua rumah. "Saya melihat api sudah membesar dari lantai dua rumah," tuturnya.
Baca Juga: Kemarau Tiba, Stop Bakar Sampah! Cegah Karhutla
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena sebagian besar bangunan berukuran sekitar 10 x 13 meter itu hangus terbakar. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor