SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Operasi pencarian terhadap dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, terus diintensifkan. Hingga Kamis (2/7) malam, aparat gabungan masih menyisir kawasan hutan dan bantaran sungai di sekitar lokasi kejadian.
Suasana di posko pencarian tampak dipenuhi personel gabungan dari Kodim 1019/Katingan, Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, serta Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.
Pemerintah Desa Tumbang Kalemei melalui informasi yang disampaikan dari posko menyebutkan bahwa situasi di lokasi tetap terkendali meski aktivitas pencarian masih berlangsung.
"Untuk saat ini suasana di TKP sudah dipenuhi oleh pihak yang berwajib, baik dari Kodim 1019/Katingan, Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah maupun Brimob Polda Kalimantan Tengah. Informasi terkini, dua anggota kepolisian atas nama Sumaryanto dan Novan masih dalam tahap pencarian," demikian informasi dari Pemerintah Desa Tumbang Kalemei.
Peristiwa ini merupakan rangkaian dari operasi penggerebekan terhadap jaringan peredaran narkotika pada Rabu (1/7). Saat itu, tim Satresnarkoba Polres Katingan berhasil mengamankan seorang terduga kurir narkoba berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis. Namun, situasi berubah menjadi ricuh ketika keluarga dan sejumlah warga melakukan perlawanan terhadap petugas.
Dalam bentrokan tersebut, seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie, gugur setelah mengalami serangan menggunakan senjata tajam. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembacokan yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca Juga: Kades Tumbang Kalemei Bantah Warganya Terlibat Aksi Brutal Saat Penggerebekan Bandar Sabu
Di tengah situasi yang kacau, dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, terpisah dari rombongan dan hingga kini belum ditemukan. Fokus utama aparat saat ini adalah menemukan kedua anggota tersebut, sementara pengejaran terhadap terduga bandar narkoba yang melarikan diri dilakukan setelah operasi pencarian personel selesai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari Polda Kalimantan Tengah mengenai hasil pencarian. Aparat gabungan masih terus bekerja di lapangan dengan harapan kedua anggota yang hilang dapat segera ditemukan. (fm)
Editor : Farid Mahliyannor