PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Pelaku kekerasan seksual (pemerkosaan) terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah ternyata sepupu korban (sebelumnya ditulis paman). Pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kotawaringin Barat.
Selain itu pelaku diduga kecanduan narkoba. Hal ini diungkap Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Agung Sugiarto.
"Pelaku sudah kami tangkap dan kami kirim ke Polres Kobar, dugaan pelaku pemakai narkoba juga," ungkapnya, Kamis (2/7/2026)
Namun untuk memastikan hal itu akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Kades Tumbang Kalemei Bantah Warganya Terlibat Aksi Brutal Saat Penggerebekan Bandar Sabu
Informasi dihimpun, pelaku diketahui merupakan sepupu korban. Mirisnya lagi korban merupakan anak berusia belasan tahun yang baru lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan akan masuk ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Tak hanya itu rumah pelaku dengan korban ternyata hanya berjarak beberapa meter sehingga hal ini berpotensi menimbulkan trauma berat. Selain itu pelaku yang juga sudah beristri ini merupakan anak tokoh di lingkungan sekitarnya.
Aksi bejat pelaku terungkap setelah korban diketahui menangis histeris hingga tak sadarkan diri.
Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Kobar Sri Lestari mengutuk keras tindakan asusila tersebut. Menurutnya pelaku yang merupakan keluarga dekat korban harus mendapat hukuman setimpal.
Baca Juga: Inilah Kronologi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan, Seorang Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang
Tak hanya itu pihaknya meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kotawaringin Barat (P3AP2KB) segera menurunkan tim pendamping mengatasi trauma korban.
"Korban saat ini dirawat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun akibat pendarahan setelah mendapat kekerasan seksual dari pelaku. Saya koordinasikan dengan Dinas P3AP2KB agar segera mengirimkan pendamping untuk korban dan keluarganya," katanya.
Anggota legislatif dari Dapil Pangkalan Banteng ini juga mengungkap bahwa ternyata korban belum memiliki BPJS Kesehatan, oleh karena itu pihaknya sedang mengupayakan untuk mengurusnya.
Baca Juga: Tragedi di Kecamatan Pangkalan Banteng, Paman Perkosa Ponakan hingga Pendarahan
"Kami sedang upayakan untuk mengurus BPJS Kesehatan dan juga Huma Betang. Kemudian dari pihak PMI juga aktif membantu keluarga korban untuk berbagai urusan mengingat tidak memiliki sanak saudara di Pangkalan Bun," terangnya. (sla)
Editor : Slamet Harmoko