SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Misteri penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Minggu (28/6) sore, mulai menemukan titik terang.
Hasil pemeriksaan awal Kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhumah.
Almarhumah diketahui bernama Maslianur (62). Jenazah pertama kali ditemukan warga yang melihat tubuhnya mengapung di sekitar pelabuhan. Personel Satpolairud Polres Kotawaringin Timur (Kotim) yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi.
Baca Juga: Hukum Menanti: Pelaku Bakar Kekasih di Sampit Terancam Maksimal 5 Tahun Penjara
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko mengatakan, jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk menjalani visum luar.
"Dari hasil visum luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh yang bersangkutan," ujar Edy.
Kata Edy, berdasarkan keterangan suami almarhumah, Maslianur sehari-hari kerap beraktivitas di tepian Sungai Mentaya untuk mencuci peralatan makan maupun mandi. Istrinya juga diketahui mengalami gangguan penglihatan (rabun) dan stroke ringan.
Baca Juga: Perang Terhadap Narkotika di Seruyan: 38 Pelaku Dibekuk, Ratusan Gram Sabu Disita
"Yang bersangkutan memang beberapa kali sebelumnya pernah tercebur ke sungai, namun selalu berhasil diselamatkan oleh suaminya," jelasnya.
Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Meski demikian, polisi memastikan proses penyelidikan tetap berlanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
"Kasus penemuan mayat ini masih dalam penanganan dan penyelidikan Satpolair Polres Kotim. Dari hasil pemeriksaan awal memang tidak ditemukan unsur kekerasan," pungkasnya. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor