SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Seorang warga yang sedang mencari pakis atau kelakai di kawasan Jalan Sampit-Kota Besi, Kelurahan Kobes Hilir, Kecamatan Kota Besi, dikejutkan dengan kemunculan seekor beruang madu, pekan lalu.
Satwa dilindungi itu terlihat tidak jauh dari tepi jalan raya saat warga sedang mencari tumbuhan liar yang biasa dimanfaatkan sebagai bahan pangan tersebut.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, pertemuan antara warga dan beruang terjadi pada pagi hari. Beruntung, tidak terjadi interaksi yang berujung konflik.
“Warga yang mencari pakis bertemu dengan beruang tidak jauh dari tepi jalan raya. Saat itu beruangnya lari dan warga juga menjauh,” katanya, Rabu (25/6/2026).
Menurut Muriansyah, beruang tersebut diduga sedang beristirahat di sekitar lokasi sebelum akhirnya menghindar ketika mengetahui ada manusia di dekatnya.
“Kemungkinan saat itu beruang sedang beristirahat. Begitu mengetahui ada warga, satwa tersebut langsung menjauh,” ujarnya.
Muriansyah menjelaskan, kemunculan satwa liar di sekitar aktivitas masyarakat bukan tanpa sebab. Salah satu faktor yang sering terjadi adalah mulai berkurangnya sumber air di habitat alami satwa, terutama saat memasuki musim kemarau.
Selain itu, saat ini sejumlah tanaman buah hutan maupun buah milik masyarakat mulai memasuki musim panen. Kondisi tersebut dapat menarik satwa keluar dari habitatnya untuk mencari sumber makanan.
“Biasanya kemunculan satwa liar seperti beruang ini salah satunya karena sumber air di habitatnya mulai berkurang atau mengering. Kemudian saat ini juga sedang musim buah seperti rambutan dan durian yang menjadi salah satu daya tarik satwa untuk bergerak mencari makan,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mendekati maupun mengganggu satwa liar yang ditemui di lapangan. Jika menemukan satwa dilindungi, warga diminta menjaga jarak aman dan segera melaporkan kepada BKSDA atau aparat setempat.
“Satwa liar umumnya akan menghindari manusia. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik,” tegasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko