PALANGKA RAYA ,radarsampit.jawapos.com-Warga Jalan Menteng 12, Gang Embang 3, Kota Palangka Raya, mendadak gempar, Senin malam (22/6/2026). Kobaran api yang muncul dari kawasan permukiman padat penduduk membuat warga berhamburan keluar rumah dan berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sebelum petugas tiba di lokasi.
Api diketahui membakar sebuah bangunan non permanen berukuran sekitar 6 x 4 meter yang difungsikan sebagai kandang ternak babi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan dan mengakibatkan sejumlah ternak mengalami luka bakar.
Peristiwa itu terjadi saat sebagian warga tengah beristirahat. Kepulan asap yang membumbung dari arah belakang rumah warga pertama kali terlihat oleh beberapa warga sekitar. Tidak lama kemudian, api membesar dan melahap bagian atap serta dinding kandang yang sebagian besar berbahan kayu.
Pemilik kandang baru mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan warga yang melihat kobaran api mulai membesar dari arah belakang bangunan.
Warga khawatir api merembet ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi.Berbekal alat seadanya, warga bahu-membahu melakukan pemadaman dan berusaha mengisolasi titik api agar tidak menjalar lebih luas. Upaya cepat tersebut terbukti efektif memperlambat penyebaran api hingga petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, Alfrianto mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan dua tim begitu menerima laporan dari masyarakat.
Namun saat armada tiba di lokasi, kobaran api sebagian besar telah berhasil dikendalikan oleh warga yang lebih dulu melakukan penanganan awal.
"Petugas kami yang tiba dengan dua tim langsung mengambil alih penanganan untuk melakukan proses pendinginan. Kami juga melakukan size-up atau penilaian situasi secara menyeluruh di sekitar area kejadian untuk memastikan tidak ada lagi bara tersembunyi yang berpotensi memicu bahaya susulan," ujar Alfrianto,Selasa(23/6/2026).
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, bangunan kandang mengalami kerusakan sekitar 40 persen. Bagian yang paling terdampak adalah atap dan sebagian dinding kayu yang hangus terbakar akibat besarnya panas yang ditimbulkan.
Saat api mulai membesar, belasan ekor babi sempat terjebak di dalam bangunan yang dipenuhi asap dan panas. Warga bersama pemilik kandang berusaha mengevakuasi seluruh ternak agar tidak menjadi korban kebakaran. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena api terus membesar dan mengancam akses keluar kandang.
Di dalam bangunan tersebut terdapat 14 ekor ternak babi. Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat," kata Alfrianto.
Meski berhasil diselamatkan, sejumlah ternak mengalami luka bakar akibat sempat terpapar panas dan kobaran api. Sedikitnya empat ekor babi dilaporkan mengalami luka dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas dari pemilik bangunan, sebelum kejadian adik pemilik kandang diketahui menyalakan obat nyamuk bakar di sekitar area kandang.
Obat nyamuk tersebut diduga diletakkan berdekatan dengan tumpukan karton bekas wadah telur yang berada di sekitar bangunan. Setelah dinyalakan, obat nyamuk itu ditinggalkan tanpa pengawasan.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama