PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Berselang 10 hari di bulan Juni 2026 ini, dua aksi bunuh diri dilakukan oknum mahasiswa perguruan tinggi di Palangka Raya di kamar kos. Pemicunya diduga persoalan psikologis yang tak menemukan jalan keluar. Cara pelaku mengakhiri hidup pun sama, dengan menjerat tali ke leher dan digantung di atas kusen pintu.
Seperti pada Minggu 14 Juni 2026 lalu, seorang mahasiswa Program Studi Keperawatan berinisial LF (19), asal Kabupaten Barito Selatan, ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di kawasan Jalan G Obos XXIV, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya. Saat ditemukan tubuhnya masih tergantung di tali.
Peristiwa itu terungkap setelah keluarga korban merasa khawatir karena LF tidak dapat dihubungi sejak siang hari. Rasa cemas itu pun membuat sang ibu meminta bantuan pemilik kos untuk memeriksa kondisi anaknya.
Sekitar pukul 14.45 WIB, pemilik kos bernama Yanto (47) mendatangi kamar itu. Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa mendapat respons, ia memeriksa kondisi kamar dan menemukan LF dalam keadaan meninggal dunia.
Selang sehari, aksi mencelakai diri juga dilakukan seorang pemuda berinisial F, 21 tahun. Beruntung kenekatan itu tak sampai mencabut nyawanya. Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah gedung sarang burung walet di Jalan Kalimantan, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Senin 15 Juni 2026, pukul 21.30 WIB.
Polisi menduga peristiwa itu berkaitan dengan upaya mengakhiri hidup akibat persoalan pribadi.
Pemuda itu ditemukan dalam kondisi terlilit kabel di area gedung walet milik warga. Saat pertama kali ditemukan, sejumlah warga mengira ia telah meninggal dunia.Warga yang berdatangan berupaya memastikan kondisinya tetap hidup, sambil menunggu kedatangan petugas untuk dievakuasi.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Marak di Kalteng, Berikut Pandangan Psikolog
Kasus serupa terulang lagi Rabu (24/6) kemarin, dengan lokasi di sebuah kamar kos di kawasan Jalan G. Obos 8, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya. Seorang mahasiswa inisial KV ditemukan tak bernyawa dalam keadaan leher tergantung, sekitar pukul 17.15 WIB.
Pemuda kelahiran 2003 di Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang itu awalnya ditemukan seorang saksi warga, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polresta Palangka Raya.
Selanjutnya petugas kepolisian bersama Tim Emergency Response Palangka Raya dan Rescue Lazis MU Kalteng tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal. Petugas kemudian memasang garis polisi di sekitar area kos guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut.
Peristiwa itu sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi setelah mengetahui adanya penemuan jenazah. Rekan-rekannya yang hadir juga tampak terpukul atas kabar duka tersebut.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Tengah untuk menjalani visum et repertum. Dan petugas masih mendalami penyelidikan, sehingga belum bisa mengungkap latar belakang yang membuat pemuda tersebut mengambil tindakan putus asa itu.
Sementara, hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah yang ditemukan tergantung.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama