SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tanda-tanda awal musim kemarau mulai terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menemukan sejumlah indikasi alam yang mengarah pada meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan dalam beberapa waktu ke depan.
Temuan tersebut didapat saat Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, bersama tim melakukan perjalanan induksi dan pemantauan lapangan menuju Kecamatan Teluk Sampit, Selasa (23/6/2026).
Dalam pemantauan tersebut, kondisi cuaca terpantau cerah tanpa tutupan awan yang signifikan. Di sepanjang perjalanan, vegetasi di sisi jalan mulai menunjukkan perubahan akibat berkurangnya curah hujan.
"Kondisi cuaca bersih dari awan. Rumput-rumput di sisi jalan sudah mulai kering dan suasana pagi berembun. Selain itu, beberapa parit juga mulai mengering," ujar Multazam.
Menurutnya, kombinasi cuaca panas pada siang hari, minimnya awan, berkurangnya cadangan air di saluran-saluran kecil, serta mulai mengeringnya vegetasi merupakan sinyal alam yang lazim terjadi saat memasuki musim kemarau.
Meski demikian, BPBD belum menyimpulkan kondisi tersebut sebagai ancaman serius. Namun berbagai indikator yang muncul akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun ini.
"Kami masih terus melakukan pemantauan. Setelah pekan ini kami akan melakukan kalkulasi ulang terhadap kesiapan sumber daya pada seluruh sektor sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi karhutla maupun kekeringan," katanya.
BPBD juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana. Informasi dari warga dinilai penting untuk mempercepat langkah mitigasi sebelum dampak yang lebih besar terjadi.
Sejauh ini status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan masih berlaku di Kabupaten Kotawaringin Timur. Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran saat vegetasi mulai mengering.
Multazam berharap musim kemarau tahun ini tidak berkembang menjadi bencana yang berdampak luas bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan ancaman musim kemarau tidak menimbulkan dampak bencana karhutla maupun kekeringan. Tetapi kesiapsiagaan harus tetap kita tingkatkan sejak dini," tegasnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api, asap, atau kondisi lingkungan yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. (oes)
Editor : Slamet Harmoko