Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Disdik Kalteng Sikapi Beredarnya Video Tak Senonoh di Dalam Kelas Pelajar SMA di Sampit

Dodi Abdul Qadir • Minggu, 21 Juni 2026 | 21:51 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo. (dok)
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo. (dok)

PALANGKA RAYA ,radarsampit.jawapos.com-Video yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak pantas melibatkan peserta didik di lingkungan sekolah mendadak viral dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah memastikan persoalan tersebut sebenarnya telah lebih dulu ditangani sebelum ramai di ruang publik.

Instruksi tegas pun langsung datang dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo. Ia menegaskan sekolah telah bergerak sejak awal Juni 2026 begitu mengetahui adanya kejadian tersebut.

"Menanggapi video yang tersebar, saya sudah menghubungi kepala sekolah. Ternyata video tersebut ditemukan dan sudah ditangani sejak awal Juni 2026," kata Reza, Sabtu (20/6).

Menurutnya, kejadian yang viral tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, sekolah semestinya menjadi ruang yang aman, nyaman, sekaligus menjadi tempat pembentukan karakter generasi muda.

Karena itu, pihak sekolah tidak tinggal diam. Siswa yang terlibat bersama orang tua masing-masing telah dipanggil untuk menjalani proses pembinaan dan penyelesaian secara edukatif.

Selain pemberian sanksi sesuai aturan sekolah, para siswa juga diwajibkan menjalani pendampingan intensif melalui guru Bimbingan Konseling (BK).

Baca Juga: Hampir 100 Sekolah di Kalteng Direvitalisasi, Disdik Sebut Dampak Kunjungan Wamendikdasmen

"Kedua belah pihak beserta orang tuanya sudah dipanggil dan telah diberikan tindakan serta sanksi yang sesuai. Kami juga menambahkan kewajiban wajib lapor kepada guru BK agar mendapatkan pembinaan dan pendampingan lebih lanjut," papar Reza.

Ia menegaskan pembangunan pendidikan tidak boleh hanya mengejar nilai akademik. Pembentukan karakter, etika, dan kepribadian peserta didik juga menjadi prioritas utama sebagaimana arahan Gubernur Agustiar Sabran.

Menurutnya, Kalimantan Tengah membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan karakter yang kuat.

Baca Juga: Viral! Video Diduga Pelajar Sampit Berbuat Tak Pantas di Ruang Kelas, Sekolah Diminta Bertindak

"Bapak Gubernur menginginkan anak-anak Kalimantan Tengah bukan hanya memiliki wawasan luas dan prestasi akademik yang baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Karena itu hal-hal seperti ini tentu tidak semestinya terjadi di lingkungan sekolah maupun di kalangan siswa-siswi kita," tegasnya.

Disdik Kalteng juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas munculnya kejadian tersebut. Meski berdasarkan hasil penelusuran peristiwa terjadi saat jam istirahat sekolah dan bukan ketika proses belajar mengajar berlangsung, kejadian itu tetap terjadi di lingkungan sekolah dan menjadi tanggung jawab bersama untuk dievaluasi.

"Kami memohon maaf atas kejadian ini. Walaupun terjadi saat jam istirahat dan bukan saat pembelajaran berlangsung, tetap saja kejadiannya berada dalam lingkungan sekolah dan menjadi perhatian kami untuk dilakukan evaluasi," ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Disdik Kalteng kini menyiapkan sejumlah upaya penguatan pengawasan. Salah satu yang akan diusulkan adalah pemasangan kamera pengawas atau CCTV di ruang kelas maupun area sekolah yang dianggap rawan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang terjadinya pelanggaran tata tertib serta meningkatkan rasa aman dan nyaman di lingkungan pendidikan.

"Kami akan mencoba mengusulkan agar setiap sekolah dapat dipantau melalui CCTV sehingga dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib di lingkungan sekolah. Dengan adanya pemantauan tersebut, setidaknya hal-hal seperti ini dapat diminimalisir," ungkap Reza.

Meski demikian, Reza menekankan bahwa teknologi bukan jawaban tunggal. Penguatan karakter, sopan santun, etika, dan pola pikir peserta didik tetap menjadi fondasi utama yang harus dibangun secara berkelanjutan oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Di akhir keterangannya, Reza mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawal dunia pendidikan di Kalimantan Tengah agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung nilai-nilai Huma Betang dan Belom Bahadat.

"Keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.(daq/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#Muhammad Reza Prabowo #Dugaan #video #pelajar sma #Dinas Pendidikan Kalteng