Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Waspada! Titik Panas Terdeteksi di Tiga Kecamatan Kotim, Potensi Hujan Rendah

Usay Nor Rahmad • Minggu, 21 Juni 2026 | 10:50 WIB
Kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur, belum lama ini. (BPBD Kotim/Radar Sampit) 
Kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur, belum lama ini. (BPBD Kotim/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi empat titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam 24 jam terakhir. Temuan ini menjadi perhatian karena terjadi saat potensi pertumbuhan awan hujan di daerah tersebut diprakirakan rendah.

Berdasarkan data rekapitulasi hotspot yang diakses pada Minggu (21/6/2026) pukul 07.00 WIB, titik panas tersebar di tiga kecamatan, yakni Cempaga, Teluk Sampit, dan Tualan Hulu.

Satu hotspot terdeteksi di Kelurahan Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga pada pukul 00.09 WIB. Titik panas lainnya muncul di Kelurahan Parebok, Kecamatan Teluk Sampit pada pukul 12.50 WIB.

Sementara itu, Kecamatan Tualan Hulu menjadi wilayah dengan temuan hotspot terbanyak. Dua titik panas terpantau di Kelurahan Sebungsu masing-masing pada pukul 12.31 WIB dan 12.50 WIB.

"Seluruh hotspot yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan tinggi dengan nilai 8 dan radius kemungkinan mencapai 321 meter. Titik panas tersebut terpantau melalui satelit NOAA20 dan SNPP," ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo. 

Di sisi lain, BMKG juga memprakirakan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah Kotim pada periode 21 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 22 Juni 2026 pukul 07.00 WIB berada pada kategori rendah.

Kondisi tersebut berpotensi memperbesar risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki tutupan vegetasi kering dan lahan gambut.

Analisis parameter cuaca BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Situasi ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. 

Meski jumlah hotspot yang terdeteksi masih terbatas, kemunculannya menjadi indikasi awal adanya aktivitas panas di permukaan lahan yang perlu segera dipantau dan diverifikasi di lapangan.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menghindari meluasnya karhutla di tengah kondisi cuaca yang relatif kering.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait juga diharapkan terus memperkuat patroli serta pengawasan di wilayah rawan guna mengantisipasi kemungkinan berkembangnya titik panas menjadi kebakaran yang lebih besar. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #kotim #kalteng #karhutla #hujan