Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Demam Piala Dunia Ubah Pola Tidur Para Pekerja

Rado. • Rabu, 17 Juni 2026 | 06:00 WIB
Beberapa orang rela begadang sampai dini hari demi menyaksikan siaran pertandingan Piala Dunia 2026.(ilustrasi AI)
Beberapa orang rela begadang sampai dini hari demi menyaksikan siaran pertandingan Piala Dunia 2026.(ilustrasi AI)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Perhelatan Piala Dunia 2026 tak hanya menyedot perhatian pecinta sepak bola di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tetapi juga mengubah pola aktivitas harian penggemarnya.

 Perbedaan waktu antara Indonesia dengan negara tuan rumah membuat banyak pertandingan berlangsung pada malam hingga dini hari. Penggemar bola pun ada yang rela mengurangi waktu istirahat demi menyaksikan tim favorit mereka berlaga.

Di sejumlah warung kopi, kafe, hingga pos ronda di Kota Sampit, suasana masih ramai saat sebagian besar warga lainnya telah terlelap. Layar televisi yang menayangkan pertandingan menjadi pusat perhatian para penggemar sepak bola yang berkumpul untuk menikmati atmosfer Piala Dunia 2026 bersama-sama.

Salah seorang warga Kecamatan Baamang, Teguh, mengaku sengaja begadang untuk mengikuti pertandingan tim-tim unggulan yang berlaga di ajang empat tahunan tersebut. "Kalau Piala Dunia saya memang sengaja begadang. Apalagi kalau yang main tim-tim besar seperti Argentina, Brasil, atau Inggris. Meski besoknya kerja, rasanya sayang kalau tidak nonton langsung," ujarnya.

Menurut Teguh, waktu tidurnya selama Piala Dunia jauh berkurang dibandingkan hari biasa. Bahkan, ia kerap baru beristirahat menjelang dini hari setelah pertandingan usai."Biasanya tidur jam 10 malam, sekarang bisa sampai jam 2 atau 3 dini hari kadang juga sampai jam 5. Kadang siang jadi mengantuk, tapi karena Piala Dunia cuma empat tahun sekali, ya dinikmati saja," lanjutnya.

Baca Juga:  Leonel Messi Pemegang Rekor Paling Banyak Tampil di Piala Dunia

Meski demikian, ia mengaku suasana nonton bareng menjadi daya tarik tersendiri. Selain menyaksikan pertandingan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana berkumpul bersama teman dan tetangga."Selain nonton bola, yang seru itu suasana nobarnya. Bisa kumpul, diskusi pertandingan, bahkan kadang saling ledek kalau tim jagoannya kalah," tutur Teguh.

Fenomena begadang selama Piala Dunia juga dirasakan oleh kalangan pendidik. Salah seorang guru di Sampit, Roby, mengaku tetap mengikuti sejumlah pertandingan meski harus mengajar keesokan harinya.

Menurutnya, jadwal pertandingan yang bervariasi membuat dirinya harus pandai mengatur waktu istirahat. Beberapa laga digelar pada pukul 23.00 WIB, sementara pertandingan lainnya berlangsung pada pukul 02.00 hingga 03.00 WIB."Kalau pertandingan yang mulai jam 11 malam masih lumayan. Tapi ada juga yang mulai jam 2 atau jam 3 menjelang subuh. Kadang selesai nonton langsung bersiap untuk aktivitas pagi," ujarnya.

Roby mengaku rasa kantuk kerap datang saat siang hari. Namun, antusiasme menyaksikan ajang sepak bola terbesar di dunia membuat dirinya tetap berusaha mengikuti perkembangan pertandingan.

"Memang ada rasa mengantuk saat mengajar, apalagi kalau malamnya menonton sampai selesai. Tapi karena Piala Dunia hanya empat tahun sekali, jadi saya sempatkan menonton pertandingan-pertandingan penting," katanya.

Meski demikian, Roby menegaskan, pekerjaan tetap menjadi prioritas utama. Ia berusaha menjaga kondisi tubuh dan memanfaatkan waktu luang untuk beristirahat agar aktivitas mengajar tidak terganggu.

"Yang penting tetap bisa membagi waktu antara hobi menonton bola dan tanggung jawab sebagai guru. Jangan sampai karena begadang, tugas mengajar jadi terbengkalai," tuturnya.

Antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia tahun ini cukup tinggi. Menurutnya, meski harus mengorbankan waktu tidur, banyak warga tetap menikmati momen tersebut karena menjadi ajang berkumpul dan berbagi keseruan bersama teman-teman.

"Kalau Piala Dunia suasananya memang beda. Orang yang biasanya tidak terlalu suka bola juga ikut nonton. Jadi bukan cuma soal pertandingan, tapi juga kebersamaannya," pungkas Roby.(ang/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#Demam Piala Dunia #penggemar bola #nonton bareng #piala dunia 2026