Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sering Padam, Proyek Listrik Pulau Hanaut Belum Juga Berjalan

M. Akbar • Selasa, 16 Juni 2026 | 14:00 WIB
Tampak Atas - Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotim.  (Istimewa)
Tampak Atas - Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotim. (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Masyarakat Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih harus bersabar menunggu realisasi pembangunan jaringan listrik baru yang diharapkan menjadi solusi atas persoalan pasokan listrik di wilayah tersebut.

Hingga pertengahan Juni 2026, proyek jaringan listrik yang direncanakan melalui Bagendang, Pulau Lepeh, hingga Desa Hanaut belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Akibat kondisi jaringan yang ada saat ini, warga masih kerap menghadapi gangguan listrik, bahkan dalam beberapa kasus pemadaman dapat berlangsung hingga hampir 20 hari.

Camat Pulau Hanaut, Fahrujiansyah, mengatakan jaringan listrik yang saat ini digunakan masih melewati kawasan hutan dari Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, menuju Desa Rawasari, Kecamatan Pulau Hanaut. Kondisi tersebut membuat pasokan listrik sangat rentan terganggu.

“Kalau ada cuaca ekstrem, gangguan binatang, atau pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik, bisa menyebabkan listrik padam. Bahkan pernah terjadi pemadaman hampir 20 hari karena sekitar 10 tiang listrik roboh,” katanya, Selasa (16/6).

Menurut Fahrujiansyah, masyarakat sangat berharap pembangunan jaringan listrik baru segera direalisasikan. Namun hingga kini proyek tersebut masih terkendala proses perizinan sehingga belum memasuki tahap pembangunan tower.

“Sampai saat ini belum ada progres untuk pendirian tower. Informasi yang kami terima dari PLN, proyek tersebut masih terkendala perizinan,” tambahnya.

Meski demikian, sejumlah pekerjaan awal telah dilakukan. Pondasi untuk empat titik tower diketahui telah dibangun, masing-masing satu titik di Bagendang, dua titik di Pulau Lepeh, dan satu titik di Desa Hanaut.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) bersama PLN di DPRD Kotim pada akhir tahun lalu, proyek tersebut semula ditargetkan selesai paling lambat Mei 2026. Namun target tersebut belum dapat terealisasi.

Fahrujiansyah mengungkapkan, tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebelumnya telah melakukan survei lapangan sebagai bagian dari proses perizinan. Saat ini tahapan yang masih berlangsung berkaitan dengan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).

Selain pemadaman, masyarakat juga sering mengeluhkan tegangan listrik yang tidak stabil. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, baik di rumah tangga maupun sektor usaha.

“Kalau tidak padam, kadang tegangannya turun. Itu yang sering dikeluhkan masyarakat,” ucapnya.

Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut berharap seluruh proses perizinan dapat segera diselesaikan agar pembangunan tower dan jaringan listrik baru dapat dilanjutkan. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi bergantung pada jaringan lama yang rentan mengalami gangguan.

“Kami berharap pembangunan ini segera terealisasi sehingga masyarakat bisa mendapatkan pasokan listrik yang lebih andal dan stabil,” tutupnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#Pulau Hanaut #listrik