Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Karet dan Rotan Mentah di Kotim Bergairah Lagi

Rado. • Senin, 15 Juni 2026 | 21:21 WIB
Aktivitas warga pekerja sektor  rotan, yang menjadi salah satu komoditas penopang penghasilan warga pedalaman di Kotim.(dok/radarsampit)
Aktivitas warga pekerja sektor rotan, yang menjadi salah satu komoditas penopang penghasilan warga pedalaman di Kotim.(dok/radarsampit)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Kabar menggembirakan datang bagi petani karet dan rotan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Setelah sempat berada di level rendah dalam beberapa waktu terakhir, harga dua komoditas andalan masyarakat tersebut kini mulai menunjukkan tren kenaikan yang berdampak langsung terhadap pendapatan petani di pedesaan.

Salah satu petani karet di Kecamatan Cempaga, Hariyadi, mengungkapkan harga getah karet saat ini mencapai sekitar Rp14 ribu per kilogram. Angka tersebut naik cukup signifikan dibanding sebelumnya yang hanya berkisar Rp10 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah sekarang harga karet sudah naik menjadi sekitar Rp14 ribu per kilo. Sebelumnya hanya Rp10 ribu. Kenaikan ini tentu sangat membantu petani,” ujarnya,Senin (15/6/2026).

Meski demikian, menurut Hariyadi, harga tersebut masih belum ideal bagi petani. Ia menilai harga karet seharusnya berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram agar mampu memberikan keuntungan yang lebih layak dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Pemkab Kotim Jajaki Kerjasama dengan Brebes, Upaya Menekan Harga Cabai dan Bawang 

“Kalau menurut kami, harga yang ideal itu sekitar Rp20 ribu per kilo. Dengan harga segitu, petani bisa lebih sejahtera dan biaya perawatan kebun juga lebih tertutupi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga saat ini setidaknya telah memulihkan semangat petani yang sebelumnya banyak mengurangi aktivitas penyadapan akibat rendahnya harga jual.

Tidak hanya karet, komoditas rotan juga mengalami kenaikan harga. Sarwino, salah satu petani rotan di Kecamatan Kota Besi, mengatakan harga rotan saat ini mencapai Rp5.900 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp4.000 per kilogram.

“Harga rotan sekarang Rp5.900 per kilo. Sebelumnya hanya Rp4.000. Memang sudah ada kenaikan dan cukup membantu petani,” ungkapnya.

Namun, Sarwino menilai harga rotan saat ini juga masih belum berada pada level yang benar-benar menguntungkan petani. Menurutnya, harga ideal rotan berada di kisaran Rp8.000 per kilogram.

“Kalau bisa naik sampai Rp8.000 per kilo, tentu akan lebih bagus bagi petani. Pendapatan masyarakat yang bergantung pada rotan akan jauh lebih baik,” katanya.

Ia berharap tren kenaikan harga yang terjadi saat ini dapat terus berlanjut dan tidak kembali turun dalam waktu dekat. Pasalnya, banyak masyarakat di pedesaan yang masih menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan karet dan usaha rotan.

Kenaikan harga kedua komoditas tersebut disambut positif oleh petani di berbagai wilayah Kotim. Meski belum mencapai level yang diharapkan, perbaikan harga dinilai menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi masyarakat desa yang selama ini terdampak fluktuasi harga komoditas.

“Petani mulai tersenyum karena harga sudah membaik. Tinggal berharap kenaikannya bisa berlanjut hingga mencapai harga yang benar-benar layak bagi petani,” pungkas Sarwino (ang/gus).

Editor : Agus Jaka Purnama
#karet dan rotan #getah #pedesaan #kenaikan #kecamatan cempaga