PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Sebuah pesan permintaan maaf yang ditemukan di telepon genggam milik Muhammad Zaini (25) menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga RT 27, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pesan tersebut diketahui tersimpan dalam status WhatsApp milik Zaini yang bertuliskan, "Maaf Bila Ada Salah Ulun Bertaan".
Pesan itu ditemukan setelah pemuda yang sehari-hari dikenal pendiam dan santun tersebut ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa di kawasan kebun sawit Jalan Pangkalan Bungur, Minggu (14/6) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kepergian Zaini mengejutkan banyak pihak. Warga sekitar mengenalnya sebagai pribadi yang baik, rajin salat, serta aktif mengaji. Karena itu, kabar meninggalnya pemuda yang akrab disapa Azai tersebut menimbulkan rasa kehilangan dan keheranan di lingkungan tempat tinggalnya.
Baca Juga: Mulut Berbusa saat Ditemukan, Pemuda di Pangkalan Bun Diduga Nekat Minum Racun
Kapolsek Arut Selatan AKP Ratno mengungkapkan, sebelum ditemukan, Zaini sempat dicari oleh keluarga bersama warga setempat. Pencarian dilakukan setelah pamannya datang ke rumah dan tidak menemukan keberadaan Zaini.
"Melihat tumpahan racun tanaman di lantai membuat mereka curiga dan melakukan pencarian di sekitar rumah mereka," ujarnya, Senin (15/6).
Setelah dilakukan pencarian, Zaini ditemukan tergeletak di area kebun kelapa sawit yang berjarak sekitar 150 meter dari belakang rumahnya. Saat ditemukan, kondisinya masih bernapas sehingga warga segera membawanya ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan di TPU Bungur.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui latar belakang peristiwa tersebut.
"Untuk motifnya masih dalam penyelidikan," pungkas AKP Ratno. (tyo/sla)
Editor : Slamet Harmoko