Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mahasiswa Keperawatan Asal Barsel Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Kamar Kos Palangka Raya

Dodi Abdul Qadir • Minggu, 14 Juni 2026 | 19:15 WIB
MENINGGAL: Mahasiswa Program Studi Keperawatan asal Kabupaten Barito Selatan berinisial LF (19), ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang selama ini ditempatinya seorang diri. (Dodi/Radar Sampit)
MENINGGAL: Mahasiswa Program Studi Keperawatan asal Kabupaten Barito Selatan berinisial LF (19), ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang selama ini ditempatinya seorang diri. (Dodi/Radar Sampit)

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Seorang mahasiswa Program Studi Keperawatan berinisial LF (19), asal Kabupaten Barito Selatan, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Jalan G Obos XXIV, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya Minggu (14/6/2026).

Polisi masih mendalami latar belakang peristiwa tersebut, sementara hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang ditemukan tergantung.

Peristiwa itu pertama kali terungkap setelah keluarga korban merasa khawatir karena LF tidak dapat dihubungi sejak siang hari. Rasa cemas yang terus muncul membuat sang ibu meminta bantuan pemilik kos untuk memeriksa kondisi anaknya.

Sekitar pukul 14.45 WIB, pemilik kos bernama Yanto (47) mendatangi kamar korban. Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa mendapat respons, ia memeriksa kondisi kamar dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.

“Saya langsung memanggil istri dan meminta bantuan warga sekitar serta Ketua RT,” ujar Yanto.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti aparat kepolisian. Personel SPKT bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah keterangan.

Kasatreskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut.

Meski demikian, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi yang berkaitan dengan kondisi korban sebelum ditemukan meninggal.

“Korban diketahui tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Sejumlah keterangan saksi dan informasi lainnya masih kami dalami untuk mengetahui latar belakang peristiwa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Forensik, dr. Ricka Brillianty, Sp.KF, menjelaskan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada keterlibatan pihak lain.

“Dari pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” terangnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban, di antaranya telepon genggam, dompet, identitas diri, serta beberapa dokumen lainnya.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Ruang Jenazah RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga di Kabupaten Barito Selatan terkait proses penyerahan jenazah.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan korban. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian sebelum seluruh proses penyelidikan selesai dilakukan. (daq/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#keperawatan #bunuh diri #PALANGKA RAYA #gantung diri #barsel