Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cuaca Berawan Tak Bikin Aman, BMKG: Kotim Masih Rawan Karhutla

Usay Nor Rahmad • Minggu, 14 Juni 2026 | 10:28 WIB
Kebakaran lahan di Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. Saat ini status di wilayah itu berstatus sangat mudah terbakar. (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan di Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. Saat ini status di wilayah itu berstatus sangat mudah terbakar. (BPBD Kotim)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Meski prakiraan cuaca menunjukkan kondisi berawan dan adanya potensi pertumbuhan awan hujan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum dapat dianggap reda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru mengingatkan bahwa sebagian wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada dalam kategori rawan terbakar.

Berdasarkan analisis Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim yang berlaku pada 14–15 Juni 2026, wilayah selatan Kalimantan Tengah didominasi kategori sangat mudah terbakar, sedangkan sebagian wilayah tengah berada pada kategori mudah terbakar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi karhutla masih cukup tinggi meskipun cuaca diperkirakan tidak sepenuhnya cerah.

Dalam prakiraan cuaca 24 jam ke depan, BMKG memprediksi wilayah Kotim secara umum akan mengalami kondisi berawan, dengan potensi pertumbuhan awan hujan pada kategori sedang.

Namun peluang hujan tersebut dinilai belum cukup signifikan untuk menghilangkan risiko kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut yang mudah mengering.

Data BMKG tersebut memperkuat kondisi yang saat ini dihadapi di lapangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat hingga 7 Juni 2026 telah terjadi 48 kejadian karhutla.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan dari total kejadian tersebut, 42 kasus berhasil ditangani dengan cepat sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

"Berdasarkan data akumulasi sementara, total luas lahan yang terdampak karhutla mencapai 101,59780 hektare. Sebagian besar kejadian sudah berhasil ditangani, namun kami tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi kebakaran masih bisa terjadi di sejumlah wilayah rawan," ujarnya.

Selain itu, BPBD mencatat terdapat 189 hotspot yang tersebar di berbagai kecamatan di Kotim.

Wilayah selatan menjadi daerah dengan dampak kebakaran terbesar, yakni mencapai 52,91500 hektare atau sekitar 52,08 persen dari total luas lahan yang terbakar.

Disusul wilayah tengah seluas 47,23280 hektare atau 46,49 persen, sedangkan wilayah utara hanya 1,45000 hektare atau 1,43 persen.

Sementara berdasarkan sebaran titik panas, Kecamatan Mentaya Hulu mencatat 25 hotspot, Telaga Antang sebanyak 19 hotspot, dan Bukit Santuai sebanyak 18 hotspot.

Adapun Antang Kalang juga menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi titik panas yang tinggi, mencapai sekitar 52 hotspot berdasarkan rekap sebaran.

Menurut Multazam, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi meningkatnya potensi karhutla.

Ketika curah hujan rendah dan kelembapan udara menurun, lahan gambut maupun semak belukar menjadi lebih mudah terbakar dan api cepat menyebar.

Karena itu, BPBD terus memperkuat patroli terpadu, pemantauan hotspot, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat luas dan merugikan banyak pihak," tegas Multazam.

Selain penanganan di lapangan, BPBD juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat serta memperkuat sistem deteksi dini di wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan.

Dengan masih tingginya tingkat kemudahan lahan untuk terbakar berdasarkan analisis BMKG, masyarakat diimbau tidak lengah. Kondisi cuaca yang berawan bukan berarti ancaman karhutla telah berakhir.

Pencegahan sejak dini dan kepatuhan untuk tidak melakukan pembakaran lahan menjadi langkah penting agar jumlah kejadian karhutla di Kotim tidak terus bertambah.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
#BMKG #kotim #karhutla