Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Beras Premium Merangkak Naik, Ibu Rumah Tangga Putar Otak Atur Pengeluaran

Yuni Pratiwi Iskandar • Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:52 WIB

 

HARGA NAIK: Proses pengepakan beras ke dalam kemasan sebelum didistribusikan ke toko-toko dan warung. (warga/radar sampit)
HARGA NAIK: Proses pengepakan beras ke dalam kemasan sebelum didistribusikan ke toko-toko dan warung. (warga/radar sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kenaikan harga beras premium mulai dirasakan masyarakat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Meski harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita masih relatif stabil, lonjakan harga sejumlah merek beras premium membuat warga harus lebih cermat mengatur belanja rumah tangga.

Rifki, warga Kelurahan Baamang, mengaku harga beras premium yang biasa dikonsumsinya mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

 Untuk kemasan lima kilogram, harga beras yang sebelumnya sekitar Rp84 ribu kini mencapai Rp89 ribu per kemasan.

Menurutnya, kenaikan tersebut cukup terasa karena beras merupakan kebutuhan pokok yang selalu masuk daftar belanja bulanan keluarga.

“Kalau kebutuhan lain naik mungkin masih bisa ditunda, tapi beras kan harus tetap dibeli. Jadi cukup terasa juga dampaknya,” ujarnya.

Rifki berharap harga bahan pangan, khususnya beras, dapat tetap terkendali sehingga tidak semakin membebani masyarakat yang saat ini juga menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan lainnya.

Hal serupa dirasakan Arin, seorang ibu rumah tangga di Sampit. Ia mengaku kini tidak lagi terpaku pada satu merek beras premium dan mulai lebih selektif mencari produk dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kalau harga beras yang biasa saya beli naik, saya cari merek lain yang lebih murah. Selisih Rp2.000 sampai Rp3.000 per kemasan bagi ibu rumah tangga cukup berpengaruh,” katanya.

Arin mengaku kerap membandingkan harga beras di sejumlah minimarket maupun toko sembako. Menurutnya, selisih harga bisa mencapai belasan ribu rupiah untuk produk dengan ukuran yang sama.

Ia mencontohkan, harga beras premium kemasan lima kilogram di salah satu minimarket sempat mencapai Rp100 ribu. Namun di toko sembako, produk serupa masih bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp85 ribu.

“Dapat harga lebih murah Rp2.000 saja sudah senang. Sekarang biaya lain juga naik, jadi harus pintar mengatur pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang beras lokal di Sampit, Amir, mengatakan harga beras lokal masih relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir.

Namun sebelumnya sempat terjadi penyesuaian harga akibat meningkatnya biaya kemasan dan tingginya harga solar yang digunakan dalam proses distribusi maupun penggilingan.

Menurut Amir, kenaikan harga saat ini lebih banyak terjadi pada beras kemasan yang didatangkan dari Pulau Jawa, sedangkan beras lokal masih mampu mempertahankan harga di tingkat pasar.

“Kalau beras lokal sejauh ini masih stabil. Yang banyak naik justru beras kemasan dari luar daerah,” jelasnya.

Saat ini, harga beras lokal kemasan lima kilogram dijual di kisaran Rp73 ribu hingga Rp74 ribu. Sementara kemasan 10 kilogram berada pada rentang Rp145 ribu hingga Rp148 ribu.

Meski belum memicu lonjakan besar di pasar, kenaikan harga beras premium mulai mendorong sebagian masyarakat mengubah pola belanja mereka. Konsumen kini lebih aktif membandingkan harga dan mencari alternatif produk yang lebih ekonomis demi menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali. (yn)

 

Editor : Slamet Harmoko
#harga beras naik #beras premium #sampit #kotim