SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Proses pemeliharaan Jembatan Patah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus dikebut. Memasuki hari kedua pekerjaan, seluruh lantai kayu jembatan mulai dibongkar untuk diganti menggunakan material baru yang diharapkan mampu memperpanjang usia konstruksi hingga pembangunan jembatan permanen terealisasi.
Plt Kepala UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Suhardiono, mengatakan seluruh material utama untuk perbaikan kini telah tersedia.
"Kayu ulin panjang empat meter yang disiapkan sebanyak 300 batang. Karena lebar jembatan lima meter, ada tambahan sekitar 75 batang. Kayunya baru semua," kata Suhardiono.
Selain mengganti seluruh lantai kayu, pihaknya juga mengganti plat besi penahan dengan material baru sebanyak 26 lembar.
"Sementara plat besi ganti baru juga ada 26 lembar. Alhamdulillah untuk kayu sudah cukup. Kalau cuaca mendukung dan tidak ada kendala teknis lainnya, tidak sampai 90 hari juga selesai," ujarnya.
Tak hanya mengganti material, tim teknis juga melakukan penyempurnaan pada konstruksi jembatan. Posisi bantalan yang sebelumnya menjadi tempat pemasangan plat besi kini dipindahkan tepat di atas tulang atau kerangka utama jembatan yang membujur.
Menurut Suhardiono, perubahan tersebut dilakukan agar beban kendaraan tersalurkan langsung ke rangka utama sehingga lantai kayu tidak cepat mengalami kerusakan.
"Harapannya kayu tidak mudah rusak dan bisa bertahan lebih lama dibandingkan konstruksi sebelumnya," jelasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan pekerjaan pembongkaran lantai kayu telah berlangsung selama dua hari sejak akses jembatan ditutup total untuk umum.
Sebelumnya, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tristama, menegaskan pemeliharaan dilakukan sebagai solusi sementara sembari pemerintah menyiapkan pembangunan jembatan permanen yang saat ini masih memasuki tahap Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan.
"Kami berkomitmen untuk memperbaiki Jembatan Patah. Ke depan memang akan kita ganti secara permanen, tetapi saat ini masih dalam proses Feasibility Study (FS). Apakah tetap menggunakan lokasi jembatan lama atau berpindah tempat, itu masih dalam kajian," kata Mentana.
Ia menegaskan pemerintah tidak mungkin menunggu seluruh proses perencanaan selesai sementara kondisi jembatan terus mengalami penurunan kualitas.
Karena itu, seluruh lantai kayu yang telah lapuk diganti total melalui pekerjaan pemeliharaan agar jembatan tetap aman digunakan masyarakat hingga pembangunan permanen dapat dilaksanakan.
Berdasarkan hasil kajian teknis, konstruksi hasil pemeliharaan tersebut diperkirakan mampu bertahan sekitar satu tahun, cukup untuk menghubungkan masyarakat selama proses penyusunan FS, Detail Engineering Design (DED), hingga pelaksanaan pembangunan jembatan permanen.
Selama proses pekerjaan berlangsung, akses Jembatan Patah ditutup total selama 24 jam demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Penutupan dilakukan karena aktivitas pembongkaran dan pemasangan lantai baru dinilai berisiko apabila jembatan tetap dilalui kendaraan.
Meski masa kontrak pekerjaan ditetapkan selama 90 hari, Dinas SDABMBKPRKP Kotim optimistis perbaikan dapat dirampungkan lebih cepat apabila kondisi cuaca tetap bersahabat dan tidak terjadi kendala teknis di lapangan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko