Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Melimpahnya Panen Durian Pulau Hanaut, Fotonya Sempat Dikira AI, Penjual: 'Itu Asli Lah, Bukan Editan'

Usay Nor Rahmad • Jumat, 12 Juni 2026 | 14:30 WIB
Hasil panen durian di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, melimpah. Dalam sekali angkut hasil panen bisa satu perahu lebih. (Arbatina untuk Radar Sampit)
Hasil panen durian di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, melimpah. Dalam sekali angkut hasil panen bisa satu perahu lebih. (Arbatina untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Musim durian lokal di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menggeliat. Salah satu yang paling mencuri perhatian datang dari Kecamatan Pulau Hanaut.

Foto tumpukan durian hasil panen yang beredar di media sosial bahkan sempat membuat warganet mengira gambar tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

Namun anggapan itu langsung dibantah oleh salah seorang penjual durian asal Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Arbatina Thinatin. Ia memastikan foto yang memperlihatkan durian memenuhi halaman rumah itu merupakan hasil panen asli dari kebun warga.

"Itu foto asli lah, bukan editan AI," ujar Arbatina sambil tertawa.

Ia mengatakan, saat ini panen durian di Pulau Hanaut sedang melimpah. Buah-buah yang dipanen berasal dari kebun masyarakat dan siap dipasarkan kepada pembeli.

"Nah kalau ada yang mau beli bisa langsung ke Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut. Selain itu, kalau di Samuda juga ada, lokasinya di kota sebelah hilir Masjid Jami, itu juga punya kami," ungkapnya.

Pulau Hanaut selama ini memang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian berkualitas terbaik di Kotim. Cita rasanya yang manis, legit, dengan daging tebal membuat durian dari wilayah tersebut memiliki banyak pelanggan. Hasil panennya tidak hanya dipasarkan di Kotim, tetapi juga dikirim ke sejumlah daerah tetangga, termasuk Kabupaten Seruyan.

Selain Pulau Hanaut, kawasan selatan Kotim seperti Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, hingga Samuda juga dikenal sebagai "surga" bagi para pencinta raja buah tersebut. Memasuki musim panen, durian lokal mulai memenuhi lapak-lapak penjualan di Samuda, Bagendang hingga Kota Sampit.

Salah seorang penjual durian di Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Iwan, mengatakan pasokan durian yang dijualnya berasal dari wilayah Samuda. Saat ini harga masih cukup bervariasi karena panen raya belum sepenuhnya berlangsung.

"Harga Rp35 ribu sampai Rp50 ribu tergantung ukuran. Yang kecil mulai Rp35 ribu sampai Rp40 ribu, yang besar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per biji," kata Iwan, Jumat (12/6).

Menurutnya, produksi durian baru mulai meningkat dalam sekitar satu pekan terakhir sehingga stok di pasaran belum terlalu banyak.

"Belum terlalu banyak sih buah, baru semingguan ini sudah mulai jatuh buahnya. Awal-awal dulu harganya masih lebih tinggi daripada ini," ujarnya.
Ia memperkirakan harga akan kembali turun ketika puncak panen tiba dan jumlah buah yang beredar semakin banyak.

"Nanti kalau sudah banjir durian akan lebih murah," tambahnya.

Di sisi lain, kehadiran durian lokal kembali disambut antusias masyarakat. Salah seorang pembeli asal Sampit, Deviana, mengaku sengaja mencari durian karena sudah lama menantikan musim panen.

"Sudah lama menunggu musim durian ini. Durian Samuda rasanya enak, manis, legit," katanya.

Musim durian yang mulai berlangsung di wilayah selatan Kotim tidak hanya menjadi kabar gembira bagi para pencinta durian, tetapi juga membawa berkah bagi para petani dan pedagang.

Dengan kualitas yang telah dikenal luas, durian asal Pulau Hanaut, Samuda, Mentaya Hilir Selatan, hingga Mentaya Hilir Utara diperkirakan akan kembali membanjiri pasar dalam beberapa pekan ke depan, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Pulau Hanaut #kotim #panen durian #musim durian