Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jalan Poros Tumbang Kalang Rusak Parah, Mobilitas Warga dan Angkutan Hasil Kebun Terganggu

Usay Nor Rahmad • Jumat, 12 Juni 2026 | 10:38 WIB
Tangkapan layar video rekaman warga kerusakan jalan poros Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Warga/Radar Sampit) 
Tangkapan layar video rekaman warga kerusakan jalan poros Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Warga/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kerusakan jalan poros menuju Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menjadi sorotan.

Kondisi jalan yang belum beraspal dan dipenuhi lumpur saat hujan dinilai menghambat mobilitas warga, termasuk distribusi hasil perkebunan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.

Ruas jalan yang tersisa sekitar 5,5 kilometer itu hingga kini masih berupa jalan tanah. Saat musim kemarau, debu tebal menyelimuti perjalanan pengguna jalan.

Sebaliknya, ketika hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan sulit dilalui kendaraan.

Warga Desa Tumbang Kalang, Ahaw, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan penanganan yang memadai. Akibatnya, berbagai aktivitas masyarakat menjadi terganggu.

“Belum sampai memutus akses, tapi sangat menghambat aktivitas warga dan ekonomi masyarakat. Jalan ini juga digunakan untuk mengangkut hasil kebun warga,” ujarnya saat dikonfirmasi radarsampit.jawapos.com, Kamis (11/6).

Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju pusat kecamatan. Selain digunakan untuk aktivitas pendidikan dan kesehatan, jalur itu juga menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga.

Namun saat musim hujan, kendaraan roda dua maupun roda empat sering mengalami kesulitan melintas. Bahkan tidak sedikit kendaraan yang terjebak di kubangan lumpur akibat kondisi jalan yang semakin rusak.

“Kami di sini sangat sulit, apalagi kalau hujan. Banyak kendaraan harus ambles di tengah kubangan lumpur,” katanya.

Ahaw menjelaskan, lapisan latrit yang sebelumnya menutupi badan jalan kini sudah lama habis. Akibatnya, permukaan jalan didominasi tanah yang mudah berubah menjadi lumpur saat diguyur hujan.

“Jalan rusak ini masih tanah, belum aspal. Latritenya juga sudah habis sejak lama,” ungkapnya.

Kerusakan jalan tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menghambat akses pelayanan dasar. Warga khawatir kondisi jalan dapat memperlambat penanganan pasien yang membutuhkan rujukan medis, terutama ketika cuaca buruk.

“Kalau ada pasien darurat yang harus dirujuk ke puskesmas saat musim hujan, itu sangat memprihatinkan,” tambahnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Mereka menilai perbaikan jalan akan sangat membantu kelancaran mobilitas warga sekaligus mempercepat distribusi hasil kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Selain itu, warga juga berharap ada kejelasan mengenai pihak yang berwenang menangani ruas jalan tersebut, apakah menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, atau instansi lainnya.

Hingga kini, warga Desa Tumbang Kalang masih menanti kepastian perbaikan jalan yang menjadi jalur utama penghubung aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah pedalaman Kotim itu. (oes/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#tumbang kalang #hasil kebun #jalan rusak