Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Gas Melon di Pelosok Capai Rp 60 Ribu

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 12 Juni 2026 | 07:31 WIB
Bongkar muat elpiji di salah satu pangkalan Kota Sampit
Bongkar muat elpiji di salah satu pangkalan Kota Sampit

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Warga Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, mengeluhkan kelangkaan dan tingginya harga LPG tabung 3 kilogram dalam beberapa pekan terakhir.  

Akibat kelangkaan, harga LPG di tingkat pengecer melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp25.000 per tabung. Di Kota Nanga Bulik, harga LPG 3 Kg dilaporkan mencapai Rp35.000 hingga Rp40.000 per tabung. Sementara di wilayah pedesaan, harga bahkan lebih tinggi, yakni Rp50.000 hingga Rp60.000 per tabung.

Di Desa Penopa dan Desa Cuhai, harga LPG mencapai Rp60.000 per tabung. Di Desa Sungai Tuat berkisar Rp55.000 hingga Rp60.000, sedangkan di Desa Kawa sekitar Rp50.000. Adapun di Kelurahan Bulik, harga masih berada pada kisaran Rp40.000 per tabung.

Salah satu warga, Pandu (34), penjual bakso keliling di Nanga Bulik, mengaku terdampak langsung oleh kondisi tersebut.

“Seminggu kemarin harga LPG sempat naik sampai Rp40.000. Kalau lagi mudah dicari, turun sedikit jadi Rp37.000, tapi berapa pun harganya tetap dibeli karena yang penting ada barang, walau mengurangi keuntungan. Kalau sampai stok kosong, saya bisa tidak jualan,” ujarnya.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Lamandau, Didik Setiawan, membenarkan bahwa kuota LPG 3 Kg untuk Lamandau memang terbatas. Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Kabupaten Lamandau hanya memperoleh alokasi 1.860 MT dari total kuota nasional sebesar 8 juta MT.

“Untuk Kabupaten Lamandau, kuota LPG tabung 3 kilogram tahun 2026 ditetapkan sebesar 1.860 MT,” kata Didik, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, penetapan kuota dilakukan pemerintah pusat dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti usulan pemerintah daerah, realisasi kebutuhan masyarakat, program konversi energi, serta perkembangan pembangunan jaringan gas bumi.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Tengah, Lamandau termasuk dalam kelompok penerima kuota terendah. Kotawaringin Timur tercatat sebagai penerima terbesar dengan 17.771 MT, disusul Kota Palangka Raya 10.120 MT dan Kabupaten Kapuas 8.994 MT. Sementara itu, Sukamara memperoleh 1.316 MT, Murung Raya 1.731 MT, dan Lamandau 1.860 MT.

Pemerintah pusat juga meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan distribusi LPG subsidi agar tepat sasaran. LPG 3 Kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga sasaran, usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran.

“Pengawasan distribusi perlu dilakukan secara maksimal agar penyaluran LPG subsidi berjalan sesuai peruntukan dan kebutuhan masyarakat yang benar-benar berhak dapat terpenuhi,” tegas Didik.

Kelangkaan dan tingginya harga LPG ini menjadi perhatian serius masyarakat dan menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Lamandau serta pihak terkait. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#langka #lpg 3 kg