Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warga Temukan Pria Tergantung di Pohon Cempedak Area Makam, Keluarga Tolak Autopsi

Fahry Ilhami Samosir • Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB
BIKIN GEGER : Petugas beserta warga saat mengevakuasi jasad pria 40 tahun yang meninggal gantung diri di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim, Rabu (10/6/2026) lalu. FOTO: POLRES KOTIM/RADAR SAMPIT
BIKIN GEGER : Petugas beserta warga saat mengevakuasi jasad pria 40 tahun yang meninggal gantung diri di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim, Rabu (10/6/2026) lalu. FOTO: POLRES KOTIM/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Masyarakat Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendadak gempar.

Seorang pria paruh baya berinisial KD (40) ditemukan tewas mengenaskan dalam posisi tergantung di area pemakaman GBI, kilometer 74, pada Rabu (10/6/2026) siang sekitar pukul 12.30 WIB.

Penemuan jasad KD pertama kali diketahui oleh warga setempat yang melintas, yang kemudian langsung melaporkan insiden tersebut ke Mapolsek Cempaga Hulu.

Baca Juga: Kapolres Kotim Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kejahatan

Mendapat laporan warga, sejumlah personel kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Cempaga Hulu Iptu Edi Hariyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat petugas tiba di lokasi, KD sudah dalam kondisi tidak bernyawa, tergantung di salah satu dahan pohon buah.

"Personel yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan menemukan seorang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia tergantung di sebuah pohon cempedak di area pemakaman," kata Iptu Edi Hariyanto saat dikonfirmasi, Kamis (11/6).

Baca Juga: Kos-kosan di Sampit Dibobol Maling, Emas dan Tabung Gas Raib, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Sebelum pihak kepolisian tiba untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, pihak keluarga bersama warga sekitar ternyata telah mengevakuasi jasad terlebih dahulu dengan cara memotong tali nilon yang menjerat lehernya. Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumah orang tua KD.

Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan barang bukti utama berupa seutas tali nilon berwarna hijau yang diduga kuat digunakan untuk mengakhiri hidupnya. Polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Tak Mampu Bayar Kasbon Sabu, Pria di Sampit Ini Berakhir di Meja Hijau

Keluarga Ikhlas dan Tolak Autopsi

Kendati kepolisian sempat bersiap melakukan penyelidikan lebih dalam, pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tragis ini sebagai musibah murni. Mereka secara resmi meminta kepada pihak berwajib agar tidak dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah KD.

"Keluarga sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Mereka menyampaikan tidak akan menuntut secara hukum ke depannya karena menerima kejadian ini dengan ikhlas," jelas Kapolsek.

Baca Juga: Dua Personel Polres Kotim Dipecat karena Pelanggaran Disiplin Berat

Setelah proses administrasi dan pemeriksaan luar selesai dilakukan oleh petugas, jenazah langsung diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Meski pihak keluarga menolak autopsi, Polsek Cempaga Hulu menegaskan tetap melakukan penyelidikan dan pendalaman formal guna memastikan seluruh fakta di lapangan selaras dengan kronologi peristiwa tersebut. (sir/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#ditemukan tak bernyawa #meninggal #gantung diri #gempar #geger