Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Narkoba Iringi Aksi Maraknya Garong Sawit di Kotawaringin Timur

Rado. • Rabu, 10 Juni 2026 | 21:59 WIB
Ilustrasi aksi garong sawit (AI)
Ilustrasi aksi garong sawit (AI)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Membaiknya harga tandan buah segar (TBS) belakangan ini, turut memicu meningkatnya kejahatan pencurian alias garong sawit. Aksi kriminal itu bahkan ditengarai diiringi dengan maraknya penggunaan narkoba jenis sabu, sebagai doping bagi para pelakunya.

Seperti diungkapkan Ketua Kelompok Tani Buding Jaya, Aturiayadi, mengatakan dugaan keterkaitan antara maraknya pencurian sawit dan peredaran narkoba sudah menjadi pembahasan di tengah masyarakat. Menurutnya, sabu diduga digunakan sebagai penambah stamina saat pelaku melakukan aktivitas memanen buah sawit secara ilegal.

“Benar, informasinya itu dijual kepada garong sawit untuk memanen buah pada malam hari ataupun siang. Hampir rata-rata memakai narkoba,” ujarnya.

Ia menilai, fenomena tersebut menjadi persoalan serius karena tindak pencurian sawit kini tidak lagi berdiri sendiri. Di balik kerugian ekonomi yang dialami petani swadaya, terdapat ancaman lain berupa penyalahgunaan narkotika yang dapat memperluas dampak sosial di lingkungan pedesaan.

Menurut Aturiayadi, kemudahan akses terhadap sabu berpotensi meningkatkan jumlah pengguna sekaligus memperburuk kondisi keamanan di kawasan perkebunan. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya hasil panen yang terancam, tetapi juga ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Ketua Gapoktanhut Bagendang Raya, Dadang, menyayangkan apabila kawasan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat justru diduga dimanfaatkan sebagai tempat transaksi narkoba.

“Kami sangat menyayangkan apabila benar ada praktik seperti itu di kawasan lahan kami. Tempat yang seharusnya digunakan untuk kegiatan pertanian dan kesejahteraan masyarakat malah dikaitkan dengan peredaran narkoba,” ujarnya.

Baca Juga: Sindikat Garong Sawit Bagendang Ungkap Setoran Rutin Setiap Pekan ke Seseorang

Dadang mengaku lebih khawatir terhadap dampak yang dapat ditimbulkan bagi generasi muda di sekitar kawasan tersebut. Menurutnya, peredaran narkoba yang semakin terbuka dapat menimbulkan anggapan bahwa penggunaan barang terlarang merupakan hal yang biasa.

“Yang kami sesalkan, di sekitar kawasan ini banyak generasi muda. Jangan sampai mereka melihat hal seperti itu, sebagai sesuatu yang biasa. Kalau narkoba semakin mudah didapat, maka yang terancam bukan hanya keamanan kebun, tetapi juga masa depan anak-anak muda di daerah ini,” tegasnya.

Ia berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan peredaran sabu di kawasan perkebunan tersebut. Selain memberantas pencurian sawit, langkah tegas terhadap peredaran narkoba dinilai penting untuk menjaga keamanan lingkungan dan melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Masyarakat ingin lahan ini bersih dari narkoba dan pencurian sawit. Jika memang ada praktik seperti itu, kami berharap segera ditindak sebelum semakin merusak lingkungan dan generasi muda,” pungkasnya.(ang/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#memanen buah #narkoba jenis sabu #pencurian #Garong Sawit #peredaran narkoba