Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Korban Penipuan Beras Murah Berisi Pasir di Kotim Terus Bertambah

Usay Nor Rahmad • Selasa, 9 Juni 2026 | 08:52 WIB
Korban di Kecamatan Baamang menunjukkan pasir yang dikemas ke dalam karung beras dan dijual kepada warga dengan harga murah. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Korban di Kecamatan Baamang menunjukkan pasir yang dikemas ke dalam karung beras dan dijual kepada warga dengan harga murah. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kasus penipuan berkedok penjualan beras murah yang ternyata berisi pasir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga telah memakan banyak korban. Modus yang digunakan pelaku hampir serupa, yakni menawarkan beras dengan harga jauh di bawah pasaran sebelum menyerahkan karung yang ternyata sebagian besar berisi pasir.

Kasus ini mencuat setelah Jamilah, seorang penjual nasi kuning di Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, menjadi korban pada Minggu (7/6 /2026). 

Saat itu, Jamilah bersama tetangganya, Jumah, didatangi seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna biru. Pelaku menawarkan beras Jawa dengan harga Rp14 ribu per kilogram dan menunjukkan sampel beras dalam kantong plastik.

Setelah proses tawar-menawar, korban sepakat membeli sekitar 30 kilogram beras dengan harga Rp13 ribu per kilogram. Pelaku kemudian meminta karung dengan alasan akan mengambil beras yang disimpan di tempat lain. Bahkan, pelaku sempat meminjam uang Rp10 ribu dengan alasan untuk membeli bahan bakar.

Beberapa saat kemudian, pria tersebut kembali membawa satu karung yang disebut berisi 31 kilogram beras dan meminta pembayaran sebesar Rp400 ribu.
Tanpa curiga, korban menyerahkan uang tersebut. Namun setelah pelaku pergi, karung dibuka dan diketahui hanya bagian atas yang berisi beras, sementara sisanya ternyata pasir.

Jamilah mengaku sempat mendengar informasi mengenai kejadian serupa yang menimpa warga lain di kawasan dekat Puskesmas Baamang I.

“Katanya pernah juga ada yang beli beras sekitar 10 kilogram, ternyata bawahnya pasir,” ujarnya.

Pengakuan serupa disampaikan Ningsih, warga Jalan Kenan Sandan, Kecamatan Baamang. Menurutnya, sang ibu menjadi korban penipuan dengan modus yang hampir identik beberapa hari sebelumnya.

“Ibu saya juga kena. Beli beras 31 kilogram dengan harga Rp10 ribu per kilo. Pelakunya laki-laki naik motor matic. Dia datang menawarkan beras, minta karung, lalu pergi mengambil beras dan kembali mengantarkannya. Setelah dibuka, ternyata hanya bagian atas yang berisi beras,” ungkap Ningsih.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026 ). Ningsih mengaku sangat kecewa karena pelaku tetap menjalankan aksinya meski mengetahui kondisi ayahnya yang sedang sakit dan menggunakan kaki palsu. Sementara ibunya sehari-hari berjualan untuk membantu kebutuhan keluarga.

Korban lain juga bermunculan. Elly Yanti mengungkapkan bibinya yang berjualan sayur di kawasan Jalan Sari Gading pernah mengalami kejadian serupa.

“Bibi saya beli beras enam kilogram seharga Rp80 ribu dari seorang laki-laki. Setelah dibuka ternyata sama, atasnya beras, bawahnya pasir,” katanya.

Hal senada disampaikan Gusti Arifin. Ia mengatakan orang tuanya mengalami kerugian sekitar Rp100 ribu akibat modus tersebut.

“Pelakunya laki-laki naik motor Beat warna biru putih. Dia menawarkan satu sak beras 10 kilogram seharga Rp100 ribu. Saat mengantar beras, motornya tidak dimatikan. Setelah uang diberikan, dia langsung pergi. Ketika dibuka, bawahnya pasir semua,” ujarnya.

Tak hanya di Kecamatan Baamang, dugaan penipuan dengan modus serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Sri, warga setempat, mengatakan seorang pedagang yang tinggal di dekat rumahnya dan berjualan di kawasan Jalan H Imran juga menjadi korban.

“Acil di dekat saya juga kena. Setelah yang jual pergi, baru dibuka ternyata isinya pasir semua. Katanya ada CCTV, tapi dia malas mencarinya dan memilih ikhlas,” tuturnya.

Banyaknya laporan warga dengan ciri pelaku dan pola penipuan yang hampir sama menimbulkan dugaan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh orang yang sama dan telah berulang kali beroperasi di sejumlah wilayah Kota Sampit.

Warga pun diimbau lebih waspada terhadap penawaran beras murah dari orang yang tidak dikenal, terutama yang meminta pembayaran sebelum isi karung diperiksa secara menyeluruh. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#beras campur pasir #beras pasir #penipuan #kotim