Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ditawari Beras Murah, Warga Baamang Tertipu Karung Berisi Pasir

Usay Nor Rahmad • Senin, 8 Juni 2026 | 14:02 WIB
Warga korban penipuan di Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang,  memperlihatkan pasir yang dikemas karung beras dan dijual dengan harga murah, , Senin (8/6/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Warga korban penipuan di Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang,  memperlihatkan pasir yang dikemas karung beras dan dijual dengan harga murah, , Senin (8/6/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Tingginya harga kebutuhan pokok dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan. Modusnya dengan menawarkan beras murah kepada warga, namun isi karung yang dijual ternyata sebagian besar berisi pasir.

Peristiwa tersebut dialami Jamilah dan Jumah, warga Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Keduanya mengalami kerugian sekitar Rp410 ribu setelah membeli beras dari seorang pria yang tidak dikenal.

Jamilah menuturkan, kejadian itu terjadi pada Minggu pagi (7/6/2026). Saat itu dirinya bersama tetangganya sedang berada di depan rumah ketika didatangi seorang pria yang menawarkan beras dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran.

"Dia datang naik motor dan menawarkan beras. Bahkan sempat menunjukkan contoh beras yang terlihat bagus dan pulen," ujar Jamilah, Senin (8/6/2026).

Karena tergiur harga murah, keduanya akhirnya sepakat membeli beras tersebut. Pelaku awalnya menawarkan harga Rp14 ribu per kilogram, kemudian disepakati menjadi Rp13 ribu per kilogram.

Jamilah membeli 20 kilogram, sedangkan Jumah membeli 10 kilogram.

Pelaku kemudian meminta karung kosong dengan alasan akan mengambil beras yang disimpan di lokasi lain.

Beberapa saat kemudian, pria tersebut kembali membawa sebuah karung yang diklaim berisi 31 kilogram beras.

Sebelum transaksi dilakukan, korban sempat menanyakan asal-usul beras yang dijual. Pelaku meyakinkan bahwa beras tersebut merupakan beras dari Jawa dan bukan beras subsidi.

Merasa yakin, kedua korban kemudian menyerahkan uang sebesar Rp400 ribu sesuai kesepakatan.

Selain itu, pelaku juga sempat meminjam uang Rp10 ribu dengan alasan untuk membeli bahan bakar sepeda motor.

Setelah menerima uang, pria tersebut langsung meninggalkan lokasi. Kecurigaan baru muncul ketika korban membuka karung untuk menimbang dan membagi beras yang dibeli.

Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui isi karung tidak sesuai dengan yang dijanjikan. 

Hanya lapisan bagian atas yang berisi beras, sementara sebagian besar isi karung ternyata berupa pasir.

"Saat dibuka untuk ditimbang, berasnya cuma sedikit di bagian atas. Di bawahnya pasir semua. Orangnya sudah keburu pergi," kata Jamilah.

Sebagai pedagang nasi kuning rumahan, Jamilah mengaku tertarik membeli beras tersebut karena berharap bisa menekan biaya produksi di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Ia berharap kejadian yang dialaminya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran barang dengan harga yang jauh di bawah pasaran, terutama jika penjualnya tidak dikenal.

"Karena harganya lebih murah, kami percaya saja. Ternyata malah tertipu. Semoga warga lain tidak mengalami kejadian yang sama," tutupnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#tertipu beras murah #karung berisi pasir #beli beras berisi pasir #baamang #beras murah