Bagi para penggemar sepak bola, Piala Dunia atau World Cup 2026 bukan sekadar tontonan. Turnamen terbesar di dunia itu juga menjadi momentum yang menggerakkan roda ekonomi, termasuk bagi para pelaku usaha perlengkapan dan pernak pernik olahraga di Kota Sampit.
__________________________________
Kompetisi sepak bola terbesar ini turut membawa banyak perubahan besar dibandingkan edisi sebelumnya. Pertama kalinya dalam sejarah, ajang empat tahunan ini akan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Menariknya lagi, Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 mendatang, diisi dengan total 104 pertandingan yang tersebar di berbagai kota tuan rumah. Selain jadwal yang lebih panjang, Piala Dunia 2026 juga memperkenalkan format baru dengan 48 tim peserta, meningkat dari sebelumnya 32 tim.
Demam Piala Dunia 2026 di Kota Sampit pun mulai dirasakan sejumlah pedagang, dengan peningkatan minat masyarakat terhadap atribut sepak bola. Jersey tim nasional peserta Piala Dunia menjadi salah satu barang yang paling banyak diburu pembeli.
Fenomena itu diakui Rudi Abidinsyah, salah satu pedagang perlengkapan olahraga yang telah berjualan selama lebih dari tiga dekade di Kota Sampit. Menurutnya, setiap kali Piala Dunia digelar, permintaan terhadap jersey dan perlengkapan sepak bola selalu mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa.
“Kalau sudah mendekati Piala Dunia, penjualan memang mulai bergerak naik. Masyarakat biasanya mencari jersey negara yang mereka dukung,” ujarnya.
Baca Juga: Demam Piala Dunia mulai Melanda, HNR Cup 2026 di Sampit Diramaikan 64 Klub
Menurut pria yang juga praktisi sepak bola ini, antusiasme pembeli biasanya semakin meningkat seiring berlangsungnya turnamen. Ketika kompetisi memasuki babak sistem gugur, penjualan umumnya melonjak. Masyarakat mulai menentukan tim unggulan yang mereka jagokan hingga partai final.
“Biasanya tim-tim besar yang punya banyak pendukung. Apalagi kalau performaya bagus selama turnamen, permintaan jerseynya bisa langsung naik. Negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat masih menjadi primadona di kalangan pembeli. Seperti Jersey Timnas Argentina, Brasil, Portugal, hingga Belanda menjadi beberapa produk yang paling sering dicari,” papar Rudi.
Pembina sepak bola usia dini melalui SSB Rudi Sport itu juga menuturkan, harga jersey yang dijual di tokonya cukup bervariasi. Mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per lembar. Sementara perlengkapan olahraga lainnya dijual mulai ratusan ribu rupiah hingga mendekati satu juta rupiah.
Meski tren belanja masyarakat kini banyak beralih ke platform digital, Rudi menilai keberadaan toko fisik masih memiliki tempat tersendiri. Banyak pembeli yang ingin melihat langsung kualitas bahan dan ukuran jersey sebelum memutuskan membeli.
Baginya, Piala Dunia selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarnegara, tetapi juga melahirkan gelombang baru penggemar sepak bola dari generasi muda.
“Setiap Piala Dunia selalu ada pemain-pemain baru yang jadi idola. Itu yang membuat antusiasme masyarakat tidak pernah hilang,” ujarnya.
Sebagai pecinta sepak bola, Rudi mengaku tetap menantikan setiap pertandingan meski tim favoritnya, Italia, gagal tampil pada Piala Dunia kali ini. Ia pun mengalihkan dukungan kepada Belanda yang dinilainya memiliki peluang bersaing di papan atas.
Di balik euforia pesta sepak bola dunia, Rudi juga menyimpan harapan untuk perkembangan sepak bola Indonesia. Menurutnya, peningkatan prestasi tim nasional dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mewujudkan mimpi tampil di putaran final Piala Dunia pada masa mendatang.
“Harapannya tentu Indonesia bisa terus berkembang dan suatu saat benar-benar tampil di Piala Dunia. Itu impian seluruh pencinta sepak bola Tanah Air,” tandasnya. (*/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama