radarsampit.jawapos.com-Piala Dunia 2026 diprediksi kembali dikuasai negara-negara elite sepak bola dunia. Berdasarkan analisis tren juara sepanjang sejarah, hanya lima tim yang masih memenuhi seluruh kriteria statistik untuk menjadi kampiun. Menariknya, Belanda yang belum pernah juara justru masuk dalam daftar kandidat terkuat bersama Argentina, Prancis, Jerman, dan Spanyol.
Tidak mengherankan jika nama-nama tersebut masuk dalam daftar akhir. Prancis dan Spanyol bahkan menjadi dua favorit utama di berbagai bursa taruhan.
Argentina datang dengan status juara bertahan setelah sukses menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Sementara Jerman memiliki tradisi kuat dengan empat gelar juara yang diraih di era berbeda.
Belanda pun layak diperhitungkan sebagai kuda hitam utama yang berpotensi mematahkan kutukan tanpa gelar dan mencatat sejarah baru di panggung sepak bola dunia.
"Di sisi lain, Belanda menjadi satu-satunya negara dalam daftar ini yang belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Meski demikian, De Oranje memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan besar sepak bola dunia dan pernah tiga kali menjadi runner-up pada 1974, 1978, dan 2010," tulis laporan Dan di The Athletic, grup New York Times.
Berdasarkan kombinasi sejarah, statistik, dan tren juara dunia, lima negara tersebut menjadi kandidat terkuat untuk memenangkan Piala Dunia 2026.
Spanyol dan Prancis mungkin berada di posisi terdepan karena kualitas skuad yang sangat merata. Namun Argentina tetap berbahaya sebagai juara bertahan, sementara Jerman selalu memiliki kemampuan bangkit di turnamen besar.
Baca Juga: Berikut Timnas Yang Difavoritkan Juara Piala Dunia 2026 Versi Opta
Meski telah berlangsung selama hampir satu abad, Piala Dunia sebenarnya memiliki jumlah data yang relatif terbatas. Hingga saat ini, baru ada 22 edisi Piala Dunia putra yang digelar. Dua edisi bahkan sempat dibatalkan akibat Perang Dunia II.
Dari catatan tersebut, muncul sejumlah pola yang hampir selalu dimiliki oleh para juara dunia. Jika tren-tren itu diterapkan pada peserta Piala Dunia 2026, daftar kandidat juara pun mulai mengerucut.
Dipetik dari The New York Times, Fakta pertama yang paling mencolok adalah belum pernah ada negara di luar Eropa dan Amerika Selatan yang mampu menjuarai Piala Dunia.
Sepanjang sejarah, hanya 13 negara yang pernah mencapai partai final. Dari jumlah tersebut, 10 berasal dari Eropa dan tiga dari Amerika Selatan.
Data ini otomatis mengurangi peluang banyak tim, termasuk tiga tuan rumah Piala Dunia 2026, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
"Maroko memang sempat mencuri perhatian setelah menembus semifinal Piala Dunia 2022. Mereka juga menunjukkan perkembangan signifikan di level usia muda dalam beberapa tahun terakhir. Namun secara historis, tim-tim dari luar Eropa dan Amerika Selatan masih kesulitan menembus dominasi dua benua tersebut," tulis Dan Santaromita, editor senior olahraga The Athletic.
Parameter berikutnya adalah Elo Rating, sistem peringkat yang terkenal di dunia catur dan kini banyak digunakan untuk mengukur kekuatan tim nasional sepak bola.
Menariknya, tidak ada negara dengan Elo Rating di luar 17 besar yang pernah memenangkan Piala Dunia.
Uruguay pada tahun 1950 menjadi pengecualian terbesar. Saat itu mereka berada di peringkat ke-17 Elo sebelum secara mengejutkan menaklukkan Brasil di final dalam laga legendaris yang dikenal sebagai "Maracanazo".
Selain Uruguay, seluruh juara dunia lainnya berada dalam kelompok elite. Bahkan, 15 dari 22 juara Piala Dunia masuk empat besar Elo sebelum turnamen dimulai.
"Dengan kriteria ini, sejumlah tim seperti Paraguay, Austria, Skotlandia, Republik Ceko, Swedia, hingga Bosnia-Herzegovina langsung tersingkir dari daftar kandidat juara," lanjut Dan yang sudah bekerja untuk media tersebut sejak 2021.
Tren berikutnya cukup menarik. Tidak ada tim Eropa yang berhasil menjuarai Piala Dunia tanpa memiliki lebih dari satu pemain peraih Ballon d'Or dalam sejarah mereka.
Prancis menjadi negara dengan jumlah pemenang Ballon d'Or terbanyak, yakni enam pemain berbeda. Jerman dan Italia memiliki lima pemenang, sementara Inggris empat.
Spanyol, Portugal, dan Belanda juga masuk kategori ini karena masing-masing pernah memiliki beberapa pemain yang memenangkan penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola tersebut.
Sebaliknya, negara-negara seperti Belgia, Kroasia, Norwegia, Swiss, dan Turki gagal memenuhi syarat statistik ini sehingga peluang mereka dianggap lebih kecil.
Satu lagi fakta unik yang terus bertahan hingga sekarang adalah tidak pernah ada tim juara Piala Dunia yang ditangani pelatih asing.
Statistik ini memang sering diperdebatkan karena banyak pelatih asing berkualitas tinggi yang sukses di level klub. Namun kenyataannya, seluruh juara dunia sejauh ini selalu dilatih oleh pelatih yang berasal dari negara yang sama.Akibatnya, sejumlah tim unggulan harus dicoret dari daftar kandidat.
Brasil kini ditangani pelatih asal Italia Carlo Ancelotti. Inggris mempercayakan tim kepada pelatih Jerman Thomas Tuchel. Portugal juga diasuh pelatih Spanyol Roberto Martinez.Selain itu, Kolombia, Ekuador, dan Uruguay sama-sama dilatih pelatih asal Argentina.
Jika tren ini kembali terbukti pada Piala Dunia 2026, maka peluang negara-negara tersebut menjadi juara akan semakin berat.
Dengan masih cukup banyak waktu menuju kick-off Piala Dunia 2026, menarik untuk melihat apakah tren sejarah akan kembali terbukti atau justru lahir kejutan besar yang mengubah peta kekuatan sepak bola dunia.(Hen/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama