Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Setelah Sawit, Harga Rotan Ikut Membaik, Petani Kotim 'Full Senyum'

Usay Nor Rahmad • Minggu, 7 Juni 2026 | 14:15 WIB
Pekerja mengangkat gulungan rotan kualitas terbaik dari Kotawaringin Timur, siap dikirim ke pengepul. (Dok.Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Pekerja mengangkat gulungan rotan kualitas terbaik dari Kotawaringin Timur, siap dikirim ke pengepul. (Dok.Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Setelah harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menunjukkan tren membaik, kabar menggembirakan kini datang dari sektor hasil hutan. Harga rotan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai merangkak naik, membawa harapan baru bagi masyarakat pedalaman yang selama ini menggantungkan penghasilan dari komoditas tersebut.

Kenaikan harga rotan mulai dirasakan petani dan pengumpul di sejumlah desa. Komoditas yang sempat mengalami tekanan harga itu kini kembali memberikan tambahan pendapatan bagi warga.

Warga Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Mirhan mengatakan harga rotan saat ini mencapai sekitar Rp560 ribu per kuintal, naik dari sebelumnya yang hanya berada di kisaran Rp460 ribu hingga Rp470 ribu per kuintal.

"Sekarang sudah sekitar Rp560 ribu per kuintal. Sebelumnya masih di angka Rp460 ribu sampai Rp470 ribu," ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, kenaikan tersebut memang belum terlalu besar, tetapi sudah cukup memberi dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. Apalagi, di sejumlah wilayah pedalaman Kotim, rotan masih menjadi salah satu sumber penghasilan utama selain kelapa sawit, karet, dan hasil kebun lainnya.

Aktivitas mencari, mengumpulkan, hingga menjual rotan masih menjadi mata pencaharian banyak warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan produksi. Karena itu, setiap kenaikan harga langsung berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga.

Mirhan berharap tren positif ini dapat terus berlanjut sehingga harga rotan tidak kembali anjlok seperti beberapa waktu lalu. Stabilitas harga dinilai penting agar masyarakat tetap bersemangat mengelola rotan sebagai komoditas bernilai ekonomi.

"Harapan kami harga bisa terus bertahan atau naik sedikit demi sedikit, supaya masyarakat lebih semangat mengelola rotan," katanya.

Membaiknya harga rotan menjadi sinyal positif bagi perekonomian pedesaan di Kotim. Setelah sektor sawit kembali bergairah, kenaikan harga rotan diharapkan ikut memperkuat daya beli masyarakat dan menjadi penopang ekonomi warga pedalaman di tengah fluktuasi komoditas lainnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Harga rotan naik #petani kotim #harga sawit #sampit #kalteng