Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Alarm Menyala ! Inflasi Kalteng di Bulan Mei Tertinggi Ketiga Se Indonesia 

Dodi Abdul Qadir • Sabtu, 6 Juni 2026 | 15:08 WIB
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden dalam rapat lintas instansi membahas inflasi, baru-baru tadi. (dodi/radarsampit)
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden dalam rapat lintas instansi membahas inflasi, baru-baru tadi. (dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Alarm inflasi (indeks kenaikan harga) di Kalimantan Tengah berbunyi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias mengungkapkan, inflasi yang terjadi pada bulan Mei 2026 tergolong tidak biasa. Secara historis, periode setelah Hari Raya Idulfitri umumnya diwarnai penurunan harga atau deflasi. Namun kondisi tersebut tidak terjadi tahun ini.

Menurutnya, kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi salah satu faktor utama yang memicu tekanan inflasi dan berdampak berantai terhadap berbagai komoditas strategis.

“Biasanya setelah Idulfitri terjadi penurunan harga. Tahun ini berbeda karena ada kenaikan BBM yang berimbas pada harga beras, ikan, dan sejumlah komoditas lainnya,” papar Yuliansah.

BI juga mengingatkan adanya sejumlah ancaman yang berpotensi memperparah inflasi pada Juni hingga Juli mendatang. Mulai dari ketidakpastian geopolitik global yang memengaruhi harga energi, potensi gangguan produksi akibat El Nino, tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah, hingga meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan sekolah.

Baca Juga: Inflasi Sampit Capai 0,42 Persen pada Mei 2026, Elpiji dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu Utama

“Kita harus mengantisipasi risiko ke depan. Berdasarkan pola historis, setelah periode deflasi biasanya akan muncul tekanan inflasi berikutnya. Saat ini ada banyak faktor yang harus diwaspadai bersama,”imbuh Yuliansah.

Ia menambahkan, Bank Indonesia mendorong pemerintah daerah memperkuat pasar murah, pasar penyeimbang, dan distribusi barang sebagai langkah jangka pendek. Sementara untuk jangka panjang, solusi yang dinilai penting adalah peningkatan produksi pangan lokal, penguatan kerja sama perdagangan antardaerah, pembenahan rantai pasok, serta pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.

Dengan status sebagai daerah tiga besar inflasi nasional, Kalteng kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga harga tetap terkendali. Jika langkah pengendalian tidak dilakukan secara agresif dan terukur, tekanan terhadap ekonomi rumah tangga masyarakat berpotensi semakin berat dalam beberapa bulan ke depan

Merespon situasi tersebut,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar Rapat Pengendalian Inflasi Daerah dan Stabilisasi Pasokan serta Harga Pangan yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden, di Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (4/6).

Linae menegaskan, posisi Kalteng yang berada di papan atas inflasi nasional tidak bisa dianggap sepele. Seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, hingga instansi vertikal diminta bergerak serentak untuk menahan laju kenaikan harga yang mulai menekan masyarakat.

“Berdasarkan data terbaru, Kalteng berada di peringkat ketiga tertinggi inflasi di Indonesia. Ini menjadi perhatian serius dan harus segera ditangani bersama,” tegasnya.

Diuraikan Linae, inflasi yang tinggi bukan sekadar angka statistik. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat melalui meningkatnya harga kebutuhan pokok yang menggerus daya beli rumah tangga. Karena itu, pemerintah kini fokus membedah komoditas penyumbang inflasi dan menyiapkan langkah cepat untuk mengendalikan harga.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah beras. Meski demikian, hasil koordinasi dengan Bulog menunjukkan stok beras di Kalteng masih dalam kondisi aman bahkan melebihi kebutuhan yang ada. Persoalan yang kini menjadi fokus adalah memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke masyarakat.

“Stok beras cukup. Namun distribusi dan pengawasan di lapangan harus diperkuat agar tidak terjadi gangguan pasokan maupun lonjakan harga,” imbuhnya.

Linae juga mengingatkan,  perang melawan inflasi tidak bisa hanya dilakukan dari meja pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten dan kota harus ikut bergerak melakukan intervensi sesuai kondisi wilayah masing-masing.“Kalau daerah tidak bergerak, inflasi tetap akan terjadi. Karena itu seluruh kabupaten dan kota harus menindaklanjuti hasil rapat ini dengan langkah nyata,” paparnya.

Demi memperkuat pengendalian inflasi, Pemprov Kalteng meminta sinergi lebih erat antara Bank Indonesia, Bulog, BPS, Kejaksaan, perangkat daerah, hingga pelaku distribusi pangan. Operasi pasar dan pasar murah disiapkan sebagai instrumen cepat apabila gejolak harga semakin meningkat.

Sementara itu sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) di Sampit pada Mei 2026 sebesar 0,42 persen.

Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, khususnya gas elpiji, serta tarif angkutan udara menjadi faktor utama yang mendorong naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) selama periode tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur Eddy Surahman, mengatakan hasil pemantauan harga di Sampit menunjukkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan yang cukup signifikan sepanjang Mei 2026.

“Berdasarkan hasil pemantauan kami, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi month-to-month pada Mei 2026 di Sampit antara lain adalah bahan bakar rumah tangga dan angkutan udara,” ujar Eddy dalam keterangan resminya, Rabu  (3/6).

Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,14 persen. Sementara tarif angkutan udara menyumbang 0,06 persen, menjadikannya faktor kedua terbesar yang mendorong inflasi bulanan di Kota Sampit.

Selain itu, sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan sehari-hari juga turut memengaruhi kenaikan harga. Di antaranya ketimun dengan andil 0,05 persen, minyak goreng 0,04 persen, serta ikan kapar dan kangkung yang masing-masing menyumbang 0,03 persen.

Komoditas lain yang turut memberikan andil inflasi adalah beras, bayam, dan ikan tongkol atau ambuan yang masing-masing berkontribusi 0,02 persen.Kenaikan harga pelumas atau oli mesin, solar, serta tarif jasa gunting rambut pria juga tercatat memberi pengaruh terhadap laju inflasi bulan tersebut.

Meski demikian, inflasi Sampit pada Mei 2026 tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,08 persen, diikuti telur ayam ras 0,07 persen, serta tomat 0,03 persen.

Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi Sampit pada Mei 2026 tercatat mencapai 4,18 persen dengan IHK sebesar 111,22. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 0,27 persen.

Sementara itu, inflasi kalender atau year-to-date (Januari–Mei 2026) tercatat sebesar 2,35 persen. Menurut Eddy, kenaikan inflasi tahunan dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga di seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,89 persen terhadap inflasi tahunan.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil cukup besar, yakni 0,79 persen, yang terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan,” pungkasnya. (daq/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Sekda Kalteng #alarm #inflasi #kebutuhan pokok #kenaikan harga