Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dolar Naik, Pengadaan Peralatan di BPBD Kotim Ikut Terdampak

M. Akbar • Sabtu, 6 Juni 2026 | 09:27 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan fluktuasi nilai tukar turut memengaruhi biaya pengadaan sarana dan prasarana kebencanaan.  (Akbar/Radar Sampit)
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan fluktuasi nilai tukar turut memengaruhi biaya pengadaan sarana dan prasarana kebencanaan. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah diakui turut memengaruhi pengadaan peralatan kebencanaan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menyebut sejumlah peralatan yang masih bergantung pada produk impor berpotensi mengalami kenaikan harga.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan perubahan nilai tukar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya pengadaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

“Pasti ada pengaruhnya. Misalnya selang pemadam yang banyak diproduksi di China. Tentu kondisi nilai tukar akan sedikit banyak memengaruhi harga, meskipun biasanya ada rentang waktu tertentu sebelum dilakukan penyesuaian harga,” ujarnya, Sabtu (6/6).

Menurut Multazam, dampak fluktuasi dolar tidak hanya dirasakan pada pengadaan peralatan, tetapi juga dapat memengaruhi kebutuhan operasional apabila terjadi kenaikan harga berbagai barang penunjang penanggulangan bencana.

Meski demikian, ia berharap kondisi nilai tukar rupiah dapat kembali stabil sehingga tidak memberikan tekanan lebih besar terhadap kebutuhan BPBD dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Selain pengadaan peralatan, biaya operasional BPBD juga dipengaruhi oleh harga bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk patroli dan penanganan bencana di lapangan. Sebagian besar armada operasional BPBD menggunakan Dexlite.

“Rata-rata kendaraan operasional kami menggunakan Dexlite. Alhamdulillah kemarin ada penurunan harga sehingga sedikit membantu mengurangi biaya operasional,” katanya.

Karena tidak memperoleh subsidi khusus untuk bahan bakar, BPBD Kotim menerapkan berbagai langkah penghematan. Penggunaan kendaraan operasional dibatasi hanya untuk kegiatan yang benar-benar mendesak.

“Bahan bakar harus benar-benar dihemat. Kendaraan hanya bergerak untuk kebutuhan yang memang mendesak,” ujarnya.

Sebagai bagian dari efisiensi, pola patroli lapangan yang sebelumnya banyak menggunakan kendaraan roda empat kini lebih sering memanfaatkan kendaraan roda dua yang dinilai lebih hemat biaya.

“Kalau dulu patroli lebih banyak menggunakan kendaraan roda empat, sekarang kami memanfaatkan kendaraan roda dua agar lebih efisien,” jelasnya.

Multazam juga mengungkapkan bahwa BPBD Kotim belum melakukan pengadaan peralatan baru sepanjang tahun 2026 akibat keterbatasan anggaran. Pihaknya saat ini lebih fokus pada pemeliharaan sarana yang tersedia dan optimalisasi sumber daya yang ada.

“Untuk tahun ini belum ada pengadaan peralatan baru karena kondisi anggaran yang terbatas,” katanya.

Meski menghadapi tantangan anggaran dan fluktuasi nilai tukar, BPBD Kotim memastikan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetap menjadi prioritas utama.

“Kami terus mengoptimalkan sumber daya yang ada agar pelayanan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana tetap berjalan maksimal,” tandasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#Dolar Naik #sampit #kotim #bpbd kotim #Multazam