Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Niat Hati Jadi TKI, Tetapi Malah Dikontrak Klub Sepak Bola Polandia

Slamet Harmoko • Kamis, 4 Juni 2026 | 12:02 WIB
Slamet Santoso, TKI asal Jatim yang direkrut tim bola asal Polandia, Sokol Pyrzyce. (tt/latobal)
Slamet Santoso, TKI asal Jatim yang direkrut tim bola asal Polandia, Sokol Pyrzyce. (tt/latobal)

BANYUWANGI, radarsampit.jawapos.com – Kesempatan emas bisa datang dari tempat yang tak terduga. Itulah yang dialami Slamet Santoso, pesepak bola asal Banyuwangi yang kini resmi berkarier di Eropa setelah direkrut klub Polandia, Sokol Pyrzyce.

Mantan pemain Baruna Nusantara FC itu mendapat kesempatan bergabung dengan klub kasta kelima Liga Polandia tersebut bukan melalui agen atau seleksi resmi.

Tidak lama setelah merantau ke Polandia, pria berusia 28 tahun itu berkesempatan menyaksikan pertandingan yang dimainkan Sokol Pyrzyce sekitar dua bulan lalu. Saat pertandingan usai, Slamet memilih tetap berada di sekitar lapangan dan bermain bola bersama anak-anak sekitar.

Dari situlah Slamet mulai dilirik manajemen klub saat bermain sepak bola bersama anak-anak di sekitar stadion usai menyaksikan pertandingan Sokol Pyrzyce.

Slamet yang berasal dari Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, sebelumnya memperkuat Baruna Nusantara FC pada kompetisi Liga 3 Indonesia musim 2023/2024.

Sekitar dua bulan lalu, saat berada di Polandia, ia menyaksikan pertandingan Sokol Pyrzyce. Seusai laga, Slamet tetap berada di sekitar lapangan dan ikut bermain bola bersama sejumlah anak-anak yang ada di lokasi.

Tanpa disangka, kemampuan mengolah bolanya menarik perhatian beberapa ofisial klub yang masih berada di area stadion.

“Setelah itu saya dipanggil dan diajak ikut latihan bersama tim,” ujar Slamet.

Kesempatan mengikuti sesi latihan tersebut menjadi awal perjalanan barunya di sepak bola Eropa. Dalam beberapa kali latihan, kemampuan dan pengalaman bermain yang dimilikinya membuat manajemen klub tertarik merekrutnya.

Pihak klub kemudian mencari tahu rekam jejak sepak bolanya di Indonesia sebelum akhirnya menawarkan kontrak untuk bergabung dengan tim.

“Saya sempat tanya apakah harus mengurus izin dari klub lama, tapi mereka bilang nanti presiden klub yang akan mengurus,” katanya.

Meski bermain di kasta kelima Liga Polandia, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Slamet. Selain membuka peluang karier internasional, ia juga berkesempatan merasakan atmosfer sepak bola Eropa yang dikenal memiliki budaya latihan dan kompetisi berbeda.

Kabar bergabungnya Slamet ke Sokol Pyrzyce turut disambut bangga oleh keluarga besar Baruna Nusantara FC.

Manajer Baruna Nusantara FC, Hariyono, menilai keberhasilan mantan pemainnya itu membuktikan bahwa pemain daerah memiliki kualitas untuk bersaing di level internasional.

“Ini tentu kebanggaan bagi kami. Artinya pemain lokal Banyuwangi masih punya daya tarik dan kualitas,” ujarnya.

Hariyono mengungkapkan perjalanan sepak bola Slamet dimulai sejak usia muda melalui pembinaan di Sekolah Sepak Bola (SSB) Porwing Ringin Telu sebelum berkembang hingga tampil di Liga 3 Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan Slamet menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda Banyuwangi untuk terus berlatih dan berani mengejar peluang hingga ke luar negeri.

“Sudah ada pengumuman resmi dari klub mereka tentang kedatangan Slamet,” pungkasnya.

Perjalanan Slamet Santoso menunjukkan bahwa jalan menuju sepak bola Eropa tidak selalu datang melalui jalur yang biasa. Dari sekadar bermain bola bersama anak-anak di pinggir stadion, kini ia mendapat kesempatan mewujudkan mimpi berkarier di Benua Biru. (*/jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Slamet Santoso #Sokol Pyrzyce #Baruna Nusantara FC #tki #polandia