PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com -Warga Pangkalan Bum dibuat geger dengan temuan aksi bunuh diri. Pelaku diketahui seorang pria muda dan ditemukan meninggal dengan posisi tergantung di sebuah rumah di kawasan Jalan Kasan Rejo Gang Angsa 1 RT 20, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Rabu (3/6) pagi.
Pelaku gantung diri diketahui berinisial KYS berusia 27 tahun yang merupakan seorang mahasiswa yang berdomisili di kawasan tersebut.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 06.40 WIB oleh seorang warga yang saat itu sedang mengerjakan pemasangan atap di rumah milik kakak pelaku.
"Saat akan mengambil material bangunan di belakang rumah, saksi terkejut melihat korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali nilon yang terikat pada ventilasi di belakang rumah," ujar saksi, Adi, Rabu (3/6/2027).
Saksi kemudian segera memberitahukan istrinya untuk menghubungi pemilik rumah yang juga merupakan kakak korban.
Mendapat kabar tersebut, kakak korban yang saat itu sedang mengajar di sekolah langsung pulang ke rumah.
"Setibanya di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB, sang kakak mendapati adiknya sudah tidak bernyawa. Sebelumnya, sekitar pukul 06.15 WIB, masih terlihat berada di dalam kamar saat dirinya bersiap berangkat bekerja," tambahnya.
Kapolsek Arut Selatan AKP Retno mengatakan pihak kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Kotawaringin Barat.
"Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengamankan TKP, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun guna dilakukan visum et repertum untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," ujar Kapolsek
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai pemicu kejadian ini dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang," pungkasnya. (*)
Informasi dalam artikel ini tidak bermaksud untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa.
Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan diri ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Editor : Slamet Harmoko