SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pengelola tempat hiburan malam (THM) di Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya buka suara terkait insiden perkelahian berdarah yang sempat viral dan dikaitkan dengan lokasi usahanya.
Andry selaku pengelola THM menegaskan, perkelahian yang menyebabkan seorang pria terluka hingga wajah bersimbah darah itu bukan terjadi di dalam area tempat hiburan malam yang dikelolanya, melainkan di luar area pengawasan pihak manajemen.
“Dari awal, kejadian itu bukan terjadi di dalam tempat kami. Lokasinya berada di luar area pantauan kami, sehingga tidak ada kaitannya langsung dengan aktivitas di dalam,” ujar Andry saat memberikan klarifikasi.
Baca Juga: Diduga Dipicu Persoalan Perempuan, Pria Bersimbah Darah Usai Baku Hantam di THM Sampit
Ia menilai, informasi yang beredar sebelumnya telah menimbulkan kesan seolah-olah keributan tersebut berasal dari dalam THM.
Padahal, menurutnya, pihak pengelola memiliki sistem pengamanan ketat untuk mencegah gangguan keamanan maupun keributan antar pengunjung.
Andry menjelaskan, selama ini aktivitas di dalam lokasi hiburan selalu diawasi petugas keamanan internal. Jika muncul potensi keributan, petugas disebut akan langsung mengambil tindakan pencegahan.
“Kami memiliki standar operasional dalam menjaga keamanan. Jika ada potensi keributan di dalam, pasti langsung kami tangani,” tegasnya.
Ia pun berharap masyarakat tidak langsung mengaitkan setiap kejadian yang terjadi di sekitar kawasan THM dengan pihak pengelola. Menurutnya, informasi yang beredar sebaiknya disampaikan secara berimbang dan berdasarkan fakta di lapangan.
“Kalau saja perkelahian itu terjadi dari dalam, kami pasti tidak akan membiarkan itu terjadi. Dan kami pasti langsung mengamankan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Sebelumnya, insiden perkelahian yang terjadi di kawasan sekitar Wella Hotel, Jalan Tjilik Riwut, Sampit, sempat menghebohkan warga setelah video korban dengan wajah penuh darah beredar luas di media sosial.
Hingga kini motif pasti perkelahian tersebut masih dalam penelusuran pihak berwenang. Dugaan sementara, keributan dipicu persoalan pribadi yang melibatkan perempuan. (sir)
Editor : Slamet Harmoko