SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan bantuan 66 unit Starlink kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 2026 untuk memperluas jangkauan internet di wilayah terpencil dan daerah blank spot.
Bantuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung layanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan berbasis digital di sejumlah desa yang masih mengalami keterbatasan akses jaringan internet.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotim, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan program tersebut menjadi angin segar bagi Kotim di tengah masih banyaknya wilayah yang belum terjangkau internet secara optimal.
“Tahun ini kami mendapat bantuan 66 unit Starlink dari program pemerintah provinsi untuk mendukung pendidikan dan mempercepat jangkauan informasi di daerah terpencil,” ucapnya, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, dari total 168 desa dan 17 kelurahan di Kotim masih terdapat sejumlah titik blank spot, terutama di wilayah pelosok dengan kondisi geografis yang cukup sulit dijangkau.
Karena itu, bantuan dari pemerintah provinsi dinilai sangat membantu dalam memperluas layanan internet di tengah efisiensi anggaran daerah.
“Dengan adanya bantuan ini diharapkan akses informasi dan data di daerah terpencil dapat lebih cepat dijangkau,” harapnya.
Ia menjelaskan, bantuan Starlink tersebut merupakan hasil usulan Pemkab Kotim melalui Diskominfo setelah dilakukan pemetaan wilayah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.
Nantinya, perangkat internet satelit tersebut akan diprioritaskan untuk kantor desa, sekolah, dan puskesmas pembantu (pustu) yang belum memiliki akses internet memadai.
Wilayah utara Kotim seperti Kecamatan Tualan Hulu, Bukit Santuai, dan Antang Kalang menjadi prioritas karena kualitas jaringan internet di kawasan tersebut masih belum stabil.
“Pembagian sudah kami inventarisasi bersama OPD terkait agar jaringan internet bisa dimanfaatkan lebih luas untuk pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, pemasangan Starlink akan diprioritaskan di desa yang telah memiliki jaringan listrik atau penerangan jalan umum (PJU) agar operasional perangkat lebih mudah dilakukan.
Diskominfo Kotim juga kembali mengusulkan tambahan 17 unit Starlink untuk mendukung layanan kesehatan serta mengajukan penambahan jaringan melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Mudah-mudahan usulan kami bisa dipenuhi, khususnya untuk layanan kesehatan yang membutuhkan digitalisasi data lebih cepat dan akurat,” tutupnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko