PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Penganiayaan sadis yang dialami Memiy alias Ety (55) oleh Nando (33) di Jalan Mahir Mahar, Lingkar Luar, Kamis (14/5) pagi, masih menyisakan tanda tanya mengenai motif pelakunya. Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Pahandut, yang bekerja sama dengan tim Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei.
Hal itu lantaran pelaku terlihat santai usai secara membabi buta melakukan pembacokan kepada korbannya. Namun kini sudah ditahan di sel khusus, di Polsek Pahandut.
Polisi pun memastikan sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Sedangkan kondisi korban masih sekarat alias kritis, dan dalam perawatan intensif tim medis RS Bhayangkara. Penyidik saat ini belum bisa memeriksa lebih detail terhadap pelaku, lantaran masih tidak stabil dan masih dilakukan observasi.
Kapolsek Pahandut saat ini dijabat oleh AKP Iyudi Hartanto mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut. Pelaku sudah ditahan setelah berhasil diamankan dengan bantuan pihak keluarganya.
”Saya sampaikan untuk korban kondisi saat ini masih dalam keadaan hidup dan dalam perawatan di RS. Kita doakan beliau selamat dan sembuh,”ungkapnya,Jumat (15/5).
Baca Juga: Di Luar Nalar! Inilah Penyebab Perempuan Tukang Pijat di Palangka Raya Ini Dianiaya Brutal
Dijelaskannya pula, motif pelaku pun masih belum diketahui, sebab pelaku belum bisa dimintai keterangan secara detail.”Untuk komunikasi dengan pelaku masih terkendala sehingga ini kami lakukan observasi dulu. Karena pelaku memang bulan ini, sebelum kejadian kemarin juga kontrol ke RSJ,” terang Iyudi.
Diakuinya pula, warga sekitar juga menilai pelaku penganiayaan ini merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kambuhan. Namun pihaknya tetap melakukan observasi maupun pemeriksaan di RSJ Kalawa Atei untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.
“Untuk terduga pelaku kita sedang lakukan observasi di RSJ nanti beberapa hari kedepan hasilnya akan keluar dari pelaksanaan observasi tersebut,” imbuh Iyudi.
Mengenai kronolis kejadian, dipaparkannya pelaku datang ke tempat korban, dimana pelaku saat itu sudah membawa senjata tajam (sajam) di pinggangnya. Kemudian pelaku sempat mengobrol dengan korban, namun di tengah obrolan, tiba-tiba pelaku menganiaya korban dengan menggunakan sajam yang dibawanya.
“Korban mengalami 7 luka di bagian tubuhnya. Jadi pelaku datang, ngobrol, langsung melakukan penganiayaan. Sajam sudah disiapkan pelaku. Maka itu korban tidak bisa mengelak dan mengalami banyak luka di beberapa bagian tubuh,” beber Iyudi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku masuk kedalam warung atau tempat pijat korban. Saat itu dia sendiri dan tanpa basa-basi langsung membacok korban. Mendapatkan penganiayaan berat itu, korban berusaha melawan dan menangkis, hingga kedua tangannya terluka. Lalu dengan sisa tenaganya langsung berlari ke rumah tetangga.
Sedangkan pelaku, usai melakukan aksinya, langsung pulang ke rumah. Sementara kondisi korban saat dievakuasi, kedua lengan nyaris putus,leher kena tebasan parang,bagian kepala terluka parah dan tak berdaya.
Oleh warga sekitar, korban diketahui merupakan tukang pijat dan berada di warung yang dijadikan tempat pijat sekaligus rumah dan ia tinggal seorang diri.
Sementara pelaku bernama Nando. Dikenal warga sekitar merupakan ODGJ kambuhan. Sebelum membacok korban, warga sekitar sudah melihat Nando menenteng parang selama dua hari berturut-turut. Bahkan malam hari, ia ditemukan warga telanjang dan membuat keributan di sekitar pemukiman.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama