
PALANGKA RAYA – Persoalan antrean panjang kendaran di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya mulai terurai, Minggu (10/5). Hal itu setelah jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng, termasuk pihak Pertamina membuktikan bahwa pasokan BBM tetap aman dan ada penambahan pasokan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani menyampaikan, persediaan untuk Kalimantan, untuk Pertamax saat ini mencapai sekitar 1,17 juta liter, Pertalite lebih dari 3,3 juta liter, dan Biosolar sekitar 2,17 juta liter.
“Kondisi antrean sudah mulai landai dan komitmen kami memastikan ketersediaan BBM subsidi maupun non subsidi tetap aman. Di Palangka Raya terdapat 17 SPBU dan semuanya didorong beroperasi 24 jam,” ujarnya saat mengikuti rapat bersama pemprov dan jajaran forum komunikasi perangkat daerah (forkopimda) Kalteng, baru-baru tadi.
Menurut Isfahani, Pertamina juga memperkuat distribusi pasokan melalui Terminal BBM Pulang Pisau serta dukungan tambahan menggunakan skema Regular Alternative Emergency (RAE) dari Terminal BBM Banjarmasin. Diungkapkan pula, ketahanan stok dipastikan mencukupi untuk 8 hingga 11 hari ke depan.
Selain itu, sebanyak 54 persen armada mobil tangki disiagakan untuk melayani lebih dari 15 SPBU di Kota Palangka Raya.
Ia mengakui, pihaknya masih melakukan evaluasi terkait penyebab antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun salah satu faktor utama yang dinilai memicu kondisi tersebut ialah meningkatnya kepanikan masyarakat, sehingga mendorong pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
“Kejadian ini di Palangka Raya dipicu tingginya permintaan Pertamax. Namun kami memastikan kondisi sangat aman karena Kalteng juga mendapat dukungan suplai dari depo Banjarmasin.Pertamina juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait guna memastikan distribusi berjalan optimal,”papar Isfahani.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia juga menegaskan, Pertamina berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi di Kalteng melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.
Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan, pihaknya di Pemprov ingin agar membeludaknya antrean di SPBU tidak terulang lagi.Masyarakat harus senyum dan bahagia,” tegasnya.
Dirinya juga meminta masyarakat tidak melakukan panic buying karena pemerintah dan Pertamina telah memastikan stok dalam kondisi aman. Ia bahkan meminta SPBU di wilayah tertentu beroperasi selama 24 jam dan menambah jumlah petugas pelayanan.
“Kami meminta membuka 24 jam di area tertentu, personel SPBU diperbanyak, termasuk meminta agar pengecer dilegalkan, meski harus melalui izin Menteri ESDM,” imbuh Agustiar.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan juga memastikan ketersediaan BBM saat ini sangat aman. Pihaknya juga melakukan pengamanan di setiap SPBU.
Baca Juga: Antrean Berkurang, Pertamax di Katingan Masih Langka
“Kami mengimbau jangan sampai dimanfaatkan oleh orang-orang yang mencari keuntungan. Beli sesuai kebutuhan dan jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi dengan menimbun BBM,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Pangdam XXII/Tambun Bungai, Zainul Arifin. Ia memastikan stok BBM aman dan distribusi terus diawasi agar berjalan sesuai ketentuan. “Stok yang ada ini aman. Namun pendistribusiannya harus tetap sesuai agar masyarakat bisa kembali normal beraktivitas,” imbuhnya.
Sebelumnya, pada Jumat (8/5) malam, dalam rapat gabungan yang dipimpin Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, pihak Pertamina Patra Niaga mengakui sempat terjadi pengurangan distribusi Pertamax pada awal Mei 2026.
Hal itulah yang ditengarai memicu membeludaknya atrean pengisian BBM di Palangka Raya.
Sales Area Manager Retail Kalteng Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, menjelaskan kebutuhan normal Pertamax di Palangka Raya mencapai sekitar 190 kiloliter (KL) per hari.
Namun, pada awal Mei pasokan sempat turun drastis menjadi hanya 150 KL per hari akibat keterlambatan suplai dari Pelaihari.
“Pada 1 Mei memang mulai terjadi antrean Pertamax. Kebutuhan normal 190 KL per hari, tetapi karena ada keterlambatan suplai dari Pelaihari, penyaluran hanya 150 KL,” ungkap Donny.
Menurutnya, pada 6 Mei distribusi mulai ditambah menjadi 170 KL per hari, meski jumlah tersebut masih berada di bawah kebutuhan normal masyarakat.
Selanjutnya, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin pun memastikan situasi distribusi BBM saat ini sudah berjalan lancar.“Namun saya tetap menekankan agar komitmen Pertamina memperbaiki kuota benar-benar dijalankan, supaya tidak terjadi lagi seperti kemarin,” tegasnya.
Menurut dia, saat ini seluruh SPBU di Kota Palangka Raya telah beroperasi normal tanpa pembatasan pembelian BBM. Beberapa SPBU yang sebelumnya dipadati antrean seperti di kawasan Seth Adji, Piere Tendean, G Obos, S Parman, Tjilik Riwut Pal 1 dan Pal 2 hingga Tjilik Riwut Km 12 kini kembali lancar.
Fairid menegaskan stok BBM untuk Palangka Raya dalam kondisi aman dan terus mendapat pasokan hingga 250 kiloliter per hari.
Selain itu dirinya juga menyinggung polemik surat edaran (SE) pembatasan BBM yang sempat beredar dan memicu kepanikan masyarakat. Ia menegaskan tidak ingin mencari kambing hitam atas kegaduhan yang terjadi.
“Itu tanggung jawab saya sebagai pucuk pimpinan. Saya tegaskan surat edaran itu tidak diberlakukan sebagaimana yang sempat dipahami masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolresta Palangka Raya, Dedy Supriadi memastikan pihak kepolisian akan mengawasi ketat distribusi BBM dan tidak mentoleransi adanya pelanggaran, termasuk dugaan penimbunan maupun praktik ilegal lainnya.
“Kepolisian memastikan akan fokus pada pengamanan dan pengawasan agar distribusi BBM tetap berjalan sesuai aturan. Saya pastikan jika ada oknum maka tindakan tegas diberlakukan,” pungkasnya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama