PALANGKA RAYA –radarsampitjawapos.com- Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan juga menegaskan, aparat akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan maupun penyelewengan BBM.
Diungkapkannya, hingga saat ini kepolisian telah menetapkan sembilan tersangka dalam enam laporan polisi terkait dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah Kalteng. “Di Polda ada tiga kasus, lainnya di Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur,” sebutnya.
Kapolda pun meminta masyarakat tidak khawatir karena stok BBM dipastikan dalam kondisi aman. Menurutnya, kepanikan warga justru memperparah antrean di lapangan.
Dirinya bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran serta unsur TNI, serta unsur Kodam XII/Tambun Bungai, Kejati Kalteng dan aparat lainnya telah inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU setempat, Kamis (7/5) malam, melihat langsung situasi antrean BBM.
Selain itu, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng itulangsung menggelar rapat penanganan krisis BBM tersebut, termasuk memanggil pihak Pertamina.
Sementara itu, Pangdam XII/Tambun Bungai Zainul Arifin menegaskan, aparat keamanan serta pemerintah terus berupaya keras menjaga stabilitas distribusi BBM di Kalimantan Tengah.“Stok tidak ada masalah. Jam operasional ditambah, masyarakat jangan panic buying,” tandasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama