SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Keributan antarwarga terjadi di SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Rabu (6/5) siang lalu. Informasi dihimpun, keributan tersebut diduga akibat rebutan jatah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Keributan itu diduga bermula saat kedua belah pihak yakni sopir truk towing dan sopir truk dump sama-sama datang ke lokasi bermaksud untuk membeli solar di tengah antrean panjang kendaraan yang terjadi beberapa hari terakhir.
Namun, suasana di SPBU siang itu seketika memanas saat kedua sopir tersebut terlibat adu mulut. Peristiwa itu pun sontak menarik perhatian warga sekitar hingga salah satu dari mereka langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian setempat.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Jaya Karya Ipda Fauzi Alamsyah membenarkan adanya insiden yang di wilayah hukumnya tersebut. Saat ini, permasalah kedua sopir tersebur masih dalam penanganan pihak Kepolisian.
"Permasalahan tersebut sedang ditangani oleh Polsek Jaya Karya," kata Fauzi, Kamis (7/5/2026).
Belum diketahui secara pasti penyebab utama hingga terjadinya perkelahian maupun ada tidaknya korban dalam insiden tersebut. Namun, kejadian itu sempat menjadi perhatian warga yang berada di sekitar SPBU.
Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir hampir seluruh SPBU di wilayah Kotim mengalami antrean cukup panjang, khususnya kendaraan yang membeli BBM jenis solar.
Kondisi tersebut diduga dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat serta keterbatasan pasokan BBM di sejumlah wilayah.
"Yang jelas saat mengisi, sopir dump truk ini sedang terburu-buru karena ingin pergi bekerja mengakut buah kelapa sawit. Akhirnya terjadi lah keributan. Untuk informasi lebih lanjut nanti kami sampaikan kembali," tandasnya. (sir)
Editor : Slamet Harmoko