Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sampit Dikepung Genangan Banjir, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Terdampak

Usay Nor Rahmad • Kamis, 30 April 2026 | 16:31 WIB
Salah satu fasilitas pendidikan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, terendam banjir setelah diguyur hujan deras, Kamis (30/4/2026). (BPBD Kotim)
Salah satu fasilitas pendidikan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, terendam banjir setelah diguyur hujan deras, Kamis (30/4/2026). (BPBD Kotim)

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (30/4/2026), menyebabkan genangan di sejumlah wilayah dan berdampak pada puluhan rumah warga.

Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur, wilayah terdampak berada di dua kecamatan, yakni Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam menyampaikan, lebih dari 40 rumah warga terdampak genangan dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter.

“Di Jalan Jeruk 1 terdapat 14 rumah warga terdampak, kemudian di Jalan Christopel Mihing sebanyak 24 rumah. Selain itu, beberapa titik lain juga mengalami genangan,” ujarnya.

Genangan juga dilaporkan terjadi di Jalan Sampurna, Jalan Kenan Sandan, Jalan Hasan Mansur, Jalan Walter Condrat, dan Jalan Gunung Kelud dengan jumlah rumah terdampak bervariasi.

Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum turut terdampak, di antaranya SDN 2 Mentawa Baru Hilir, Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir, hingga area Bandara H Asan Sampit.

“Halaman Kantor Stasiun Meteorologi H Asan dan apron bandara juga sempat tergenang,” tambahnya.

Secara keseluruhan, sebanyak 14 ruas jalan terdampak genangan dengan panjang berkisar 5 hingga 10 meter dan ketinggian air antara 10 hingga 25 sentimeter.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

Multazam menjelaskan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika H Asan Sampit, hujan dipicu adanya pertemuan angin atau konvergensi di wilayah Kotawaringin Timur.

Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan massa udara yang membentuk awan konvektif dengan suhu puncak mencapai minus 60 hingga minus 100 derajat Celsius.

“Kelembapan udara juga sangat tinggi, berkisar antara 80 hingga 100 persen, sehingga berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat,” jelasnya.

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku sejak pukul 06.40 WIB hingga 11.00 WIB pada hari yang sama.

BPBD Kotawaringin Timur telah melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Saat ini kondisi muka air di beberapa lokasi sudah mulai surut. Genangan terjadi karena sistem drainase tidak mampu menampung curah hujan,” pungkasnya.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
#banjir #sampit #kotim #kalteng