Radarsampit.jawapos.com - Data statistik pendidikan terbaru tahun 2024 yang dirilis pada 2025 mengungkap fakta menarik tentang peta lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
Program studi (prodi) dengan lulusan terbanyak ternyata bukan berasal dari bidang kedokteran atau teknik, melainkan didominasi sektor pendidikan dan ekonomi.
Posisi teratas ditempati Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan jumlah lulusan mencapai 162.521 mahasiswa. Angka ini jauh melampaui prodi lainnya dan menunjukkan tingginya kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia.
Di posisi kedua, prodi Manajemen mencatatkan 151.679 lulusan, menegaskan bahwa bidang bisnis dan ekonomi masih menjadi favorit mahasiswa. Sementara itu, Akuntansi berada di peringkat ketiga dengan 68.015 lulusan.
Tak kalah besar, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menghasilkan 61.756 lulusan, disusul Ilmu Hukum sebanyak 54.887 mahasiswa. Pendidikan Agama Islam juga masuk daftar dengan 52.798 lulusan.
Bidang kesehatan turut mendominasi dengan Kebidanan (36.899), Keperawatan (32.475), dan Farmasi (29.183). Di sisi lain, prodi berbasis teknologi seperti Teknik Informatika (35.919) dan Sistem Informasi (25.866) menunjukkan tren peningkatan minat.
Ilmu Komunikasi juga mencatat angka signifikan dengan 33.704 lulusan, sementara Teknik Sipil menghasilkan 27.304 lulusan.
Berikut daftar lengkap 20 prodi dengan lulusan terbanyak tahun ajaran 2023/2024:
-
Pendidikan Profesi Guru: 162.521
-
Manajemen: 151.679
-
Akuntansi: 68.015
-
Pendidikan Guru Sekolah Dasar: 61.756
-
Ilmu Hukum: 54.887
-
Pendidikan Agama Islam: 52.798
-
Kebidanan: 36.899
-
Teknik Informatika: 35.919
-
Ilmu Komunikasi: 33.704
-
Keperawatan: 32.475
-
Farmasi: 29.183
-
Teknik Sipil: 27.304
-
Sistem Informasi: 25.866
-
Ilmu Keperawatan: 24.937
-
Pendidikan Profesi Bidan: 21.467
-
Psikologi: 19.958
-
Hukum: 18.825
-
Pendidikan Bahasa Inggris: 18.139
-
Profesi: 16.128
-
Ekonomi Syariah: 15.077
Data ini mencerminkan arah minat pendidikan tinggi di Indonesia yang masih terkonsentrasi pada bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi. Selain itu, tingginya jumlah lulusan di prodi tertentu juga menjadi indikator penting bagi pasar kerja yang harus mampu menyerap tenaga kerja secara optimal. (*)
Editor : Slamet Harmoko